Maluku Utara, 8 Oktober 2026 — Kehadiran Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Maluku Utara menjadi momentum penting untuk melihat kembali arah pembangunan industri hilirisasi nikel dan dampaknya terhadap masyarakat.
Hilirisasi merupakan bagian penting dari agenda pembangunan nasional. Namun, pembangunan industri di daerah penghasil sumber daya alam harus mampu memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat setempat, terutama bagi generasi muda Maluku Utara.
Hal tersebut disampaikan Angki Latuwael, Wasekjen Pengurus Pusat Pemuda Katolik, dalam menyikapi perkembangan hilirisasi nikel di Maluku Utara.
“Kami menyambut baik perhatian Presiden terhadap Maluku Utara. Tetapi kami berharap hilirisasi nikel tidak hanya berbicara tentang investasi, produksi dan ekspor. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana masyarakat Maluku Utara merasakan manfaat langsung dari kekayaan alam yang ada di daerahnya.”
Menurut Angki, pemerintah perlu memastikan bahwa kehadiran industri pengolahan nikel memberikan ruang yang lebih besar bagi masyarakat lokal dan generasi muda untuk menjadi bagian dari rantai ekonomi industri.
“Pemuda Maluku Utara jangan sampai hanya menjadi penonton di tanah sendiri. Mereka harus dipersiapkan menjadi tenaga profesional, teknisi, pengusaha, pelaku UMKM, peneliti, dan pemimpin masa depan di sektor industri,” tegasnya.
Pemuda Minta Prioritas Tenaga Kerja Lokal
Angki mendorong pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk memastikan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Maluku Utara memberikan kesempatan yang lebih luas kepada tenaga kerja lokal.
Menurutnya, investasi besar harus diikuti dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia daerah melalui pendidikan vokasi, pelatihan, sertifikasi dan transfer teknologi.
Hilirisasi Jangan Mengorbankan Lingkungan
Selain persoalan tenaga kerja, Pemuda Katolik juga memberikan perhatian terhadap keberlanjutan lingkungan.
Angki menegaskan bahwa pembangunan industri harus berjalan beriringan dengan perlindungan lingkungan dan ruang hidup masyarakat.
“Kita membutuhkan investasi dan industrialisasi, tetapi pembangunan tidak boleh mengorbankan lingkungan. Air, udara, pesisir, hutan dan ruang hidup masyarakat harus mendapatkan perlindungan yang serius.”
Ia meminta pemerintah memperkuat pengawasan terhadap pengelolaan limbah industri, kualitas lingkungan serta kepatuhan perusahaan terhadap seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan.
Masyarakat Lingkar Tambang Harus Mendapat Manfaat
Angki juga menyoroti pentingnya memastikan masyarakat yang berada di sekitar kawasan pertambangan dan industri memperoleh manfaat yang proporsional.
Menurutnya, masyarakat desa, nelayan, petani, pelaku UMKM dan kelompok masyarakat lainnya harus mendapatkan ruang partisipasi serta akses ekonomi dari berkembangnya kawasan industri.
“Jangan sampai daerah kaya sumber daya alam tetapi masyarakatnya masih menghadapi persoalan kemiskinan, keterbatasan pendidikan, kesehatan dan lapangan pekerjaan. Ini yang harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.
Kehadiran Presiden Harus Menjadi Momentum
Menurut Angki, kunjungan Presiden Prabowo ke Maluku Utara harus menjadi momentum untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat dan pemuda daerah.
Pemuda Maluku Utara berharap pemerintah pusat tidak hanya melihat Maluku Utara sebagai wilayah penghasil nikel, tetapi juga sebagai daerah yang memiliki sumber daya manusia, kebudayaan, masyarakat adat dan generasi muda yang harus mendapatkan ruang dalam pembangunan nasional.
“Harapan kami sederhana. Presiden datang ke Maluku Utara bukan hanya membawa investasi, tetapi juga membawa harapan bagi anak-anak muda Maluku Utara,” kata Angki.
HARAPAN PEMUDA MALUKU UTARA
Wasekjen Pengurus Pusat Pemuda Katolik menyampaikan beberapa harapan kepada pemerintah:
1. Memberikan prioritas dan kesempatan yang lebih besar bagi tenaga kerja lokal.
2. Memperkuat pendidikan dan pelatihan vokasi bagi generasi muda Maluku Utara.
3. Membuka akses bagi UMKM dan pengusaha lokal dalam rantai pasok industri.
4. Memastikan perlindungan lingkungan sebagai bagian utama pembangunan hilirisasi.
5. Memperkuat pengawasan terhadap aktivitas pertambangan dan industri.
6. Memastikan masyarakat lingkar tambang memperoleh manfaat ekonomi yang nyata dan berkelanjutan.
7. Melibatkan pemuda dan masyarakat dalam proses perencanaan serta pengawasan pembangunan.
8. Memastikan hilirisasi memberikan nilai tambah bagi daerah dan kesejahteraan masyarakat, bukan hanya nilai tambah bagi komoditas.
Angki menegaskan bahwa Pemuda Katolik mendukung pembangunan nasional dan industrialisasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Namun, pembangunan tersebut harus dilaksanakan dengan prinsip keadilan sosial, keberlanjutan lingkungan, penghormatan terhadap masyarakat lokal serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Jangan hanya bangun industrinya, tetapi bangun juga manusianya. Jangan hanya menghitung nilai investasinya, tetapi hitung pula seberapa besar manfaatnya bagi masyarakat Maluku Utara.”
(chen).















