HALMAHERA UTARA — Himpunan Mahasiswa Kristen Morotai di Halmahera Utara (HMKM-HU) melaksanakan kegiatan Masa Penerimaan (MAPER) HMKM-HU yang dirangkaikan dengan Sharing Session bertempat di Pantai Baru Madoto, Desa Lina Ino, Sabtu (26/9/2026).
Kegiatan tersebut mengangkat tema “Membentuk Spiritualitas Kader, Berintegritas dan Berkontribusi bagi Sesama dalam Pengabdian.” Tema ini menjadi bagian dari upaya HMKM-HU dalam membangun karakter kader yang memiliki dasar spiritualitas, integritas, serta kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat dan berorganisasi.
Dalam sambutannya, Ketua Umum HMKM-HU Gabriel Feron Sumahi menyampaikan bahwa kegiatan MAPER menjadi bagian penting dalam proses pengenalan, pembinaan, dan pembentukan karakter kader HMKM-HU. Menurutnya, kaderisasi tidak hanya berorientasi pada penguatan organisasi, tetapi juga bagaimana setiap kader mampu mengembangkan nilai spiritualitas, integritas dan semangat untuk memberikan kontribusi positif bagi sesama.
Gabriel menekankan bahwa HMKM-HU diharapkan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk bertumbuh, membangun kebersamaan, serta mempersiapkan kader yang mampu mengambil bagian dalam berbagai persoalan sosial. Semangat pengabdian tersebut, kata dia, perlu diwujudkan melalui tindakan nyata dan sikap bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan Sharing Session menghadirkan Marlion Pelew sebagai Pemateri I dan Steven D. Basare, M.Pd. sebagai Pemateri II, dengan Nofri Yanto Bona bertindak sebagai moderator. Forum tersebut menjadi ruang berbagi gagasan, refleksi dan pembelajaran bagi peserta dalam memahami peran kader serta pentingnya membangun karakter yang berintegritas.
Dalam struktur kepengurusan HMKM-HU, Gabriel Feron Sumahi menjabat sebagai Ketua Umum, sementara Marshela Shini sebagai Sekretaris. Sejumlah pengurus lainnya yang turut disebut dalam kepengurusan yakni Nofri Yanto Bona, Iske Boke, Agutianus Uri, Cristinia Sapulete, dan Rifan Yaba.
Melalui pelaksanaan MAPER dan Sharing Session ini, HMKM-HU diharapkan terus memperkuat proses kaderisasi sekaligus membangun solidaritas antarmahasiswa. Pembentukan kader yang memiliki spiritualitas, integritas dan kepedulian terhadap sesama menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan organisasi serta menghadirkan kontribusi nyata di tengah masyarakat.















