Berita  

SUASANA HARU WARNAI PEMAKAMAN CELSIUS BABUA, S.Pd., KELUARGA DAN JEMAAT ANTARKAN KE PERISTIRAHATAN TERAKHIR

banner 120x600

HALMAHERA UTARA — Suasana haru dan isak tangis menyelimuti prosesi ibadah pemakaman almarhum Celsius Babua, S.Pd., pada Rabu (21/10/2026). Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, rekan sejawat, serta warga jemaat yang mengenal sosoknya sebagai seorang pendidik dan pelayan gereja yang telah mendedikasikan hidupnya bagi masyarakat.

Almarhum Celsius Babua merupakan kakak kandung Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, M.Si. Semasa hidupnya, almarhum dikenal sebagai seorang guru yang mengabdikan diri dalam dunia pendidikan. Selain itu, ia juga pernah menjalankan tugas pelayanan sebagai pimpinan jemaat di salah satu gereja di Pulau Morotai. Sebagai bentuk penghormatan atas perjalanan hidup dan pengabdiannya, jenazah almarhum disemayamkan dan dibawa ke gedung gereja untuk mengikuti rangkaian ibadah sebelum dihantarkan ke tempat peristirahatan terakhir.

Rangkaian ibadah pemakaman diawali di rumah duka yang dilayani oleh Pdt. Jeanet F.N. Sambow, S.PAK. Selanjutnya, ibadah di gedung gereja hingga prosesi pelepasan di liang lahat dilayani oleh Pdt. Samuel Daeng, S.Th. Kehadiran keluarga besar, para pelayan Tuhan, warga jemaat, serta berbagai unsur masyarakat menjadi bentuk penghormatan terakhir bagi almarhum sekaligus dukungan moral bagi keluarga yang sedang berduka.

 

Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, M.Si., mewakili keluarga menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh pelayat, undangan, serta semua pihak yang telah hadir memberikan penghiburan dan penguatan. Secara khusus, keluarga menyampaikan apresiasi kepada Badan Pekerja Harian Sinode (BPHS) GMIH dan keluarga besar Jemaat Efrata Efi-Efi yang dengan setia mendampingi serta melayani almarhum sejak masa sakit hingga akhir hayatnya. Jajaran Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Halmahera Utara juga hadir untuk memberikan penghormatan terakhir atas jasa dan pengabdian almarhum di dunia pendidikan.

 

Wakil Ketua I Sinode GMIH, Pdt. Sefnat Hontong, M.Th., yang hadir mewakili Ketua Sinode, menyampaikan ungkapan belasungkawa atas nama BPHS, para pelayan Tuhan, dan seluruh warga jemaat GMIH. Dalam pesan penguatan iman, ia mengingatkan bahwa kematian merupakan bagian dari perjalanan hidup manusia yang tidak dapat dihindari, meskipun waktu dan giliran setiap orang berbeda. “Kematian bukanlah akhir dari segalanya. Di dalam Kristus Yesus, kita semua percaya akan dipersatukan kembali dalam keabadian di sorga,” ungkapnya. Pesan tersebut menjadi penghiburan bagi keluarga dan seluruh pelayat untuk tetap berpegang pada iman dan pengharapan di tengah kehilangan.

 

Kepergian Celsius Babua, S.Pd., menjadi momen perpisahan yang penuh makna bagi keluarga, dunia pendidikan, dan lingkungan pelayanan gereja yang pernah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya. Selamat jalan, almarhum Celsius Babua, S.Pd. Kiranya kasih dan penghiburan Tuhan senantiasa menguatkan keluarga yang ditinggalkan. Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil; terpujilah nama Tuhan. (Chen).

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *