Wakil Bupati Halmahera Utara dan Rektor Universitas Hein Namotemo Ajak Pemuda GMIH Bangun Mindset Transformatif Menuju Indonesia Emas 2045

banner 120x600

TOBELO – Komitmen membangun generasi muda yang unggul, berkarakter, dan adaptif terhadap dinamika global menjadi fokus utama dalam Talk Show Kemah Raya dan Rapat Kerja Tahunan (RAKERTA) IV Pemuda GMIH Tahun 2026 yang diselenggarakan di Desa Tagalaya, Kecamatan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, Rabu (1/7/2026).

Mengusung tema “Lakukanlah untuk Kemuliaan Allah” (1 Korintus 10:31), kegiatan tersebut dihadiri sekitar 800 peserta yang terdiri atas pengurus dan anggota Pemuda GMIH, para pendeta, tokoh masyarakat, akademisi, unsur Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, TNI-Polri, serta berbagai elemen masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Halmahera Utara, Dr. Kasman Hi. Ahmad, M.Pd., mengajak seluruh Pemuda Gereja Masehi Injili di Halmahera (GMIH) untuk melakukan restrukturisasi pola pikir (mindset) sebagai fondasi dalam mencetak generasi yang berkualitas dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

Menurutnya, Indonesia sedang memasuki fase penting pembangunan nasional yang menempatkan kualitas sumber daya manusia sebagai faktor penentu keberhasilan bangsa. Oleh karena itu, pemuda gereja dituntut menjadi generasi yang adaptif, inovatif, produktif, serta memiliki karakter yang kuat dalam menghadapi perubahan zaman.

Berlandaskan firman Tuhan dalam Roma 12:2, “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu,” Wakil Bupati menegaskan bahwa setiap perubahan besar harus diawali dengan pembaruan cara berpikir. Pemuda gereja, katanya, tidak cukup hanya aktif dalam pelayanan internal, tetapi juga harus tampil sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.

“Restrukturisasi mindset merupakan transformasi dari pola pikir pasif menjadi progresif, dari sikap eksklusif menuju inklusif, dari budaya konsumtif menjadi produktif, serta dari mentalitas ketergantungan menuju kemandirian. Inilah modal utama untuk melahirkan generasi yang siap berkompetisi di tingkat nasional maupun global,” ujarnya.

Kasman juga mendorong generasi muda untuk terus meningkatkan kapasitas diri melalui penguasaan literasi digital, kewirausahaan, kepemimpinan, kemampuan komunikasi, serta pemanfaatan teknologi secara cerdas dan bertanggung jawab. Menurutnya, pemuda harus mampu menjadi pencipta inovasi dan lapangan kerja, bukan sekadar menjadi pengguna teknologi ataupun pencari kerja.

Sementara itu, Rektor Universitas Hein Namotemo, Dr. Hendriane Namotemo, S.S., M.M., dalam pemaparannya bertajuk “Restrukturisasi Mindset Pemuda GMIH: Navigasi Kognitif, Teologis, dan Sosio-Ekonomi Menuju Indonesia Emas 2045,” mengingatkan bahwa perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) membawa peluang besar sekaligus tantangan serius bagi generasi muda.

Ia menjelaskan bahwa kemudahan memperoleh informasi melalui AI harus disikapi secara bijaksana agar tidak mengurangi kemampuan berpikir kritis (critical thinking) dan berpikir mendalam (deep thinking), yang menjadi fondasi utama kepemimpinan di masa depan.

Mengacu pada hasil studi MIT tahun 2025, Hendriane menyampaikan bahwa ketergantungan berlebihan terhadap AI berpotensi menurunkan aktivitas kognitif, melemahkan daya ingat jangka panjang, serta mengurangi orisinalitas dan keotentikan dalam menghasilkan karya.

“Teknologi harus menjadi instrumen yang memperkuat kapasitas manusia, bukan menggantikannya. Pemuda harus tetap mengasah kemampuan berpikir, berinovasi, dan menciptakan karya yang lahir dari kreativitas, integritas, dan nilai-nilai kemanusiaan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Hendriane menyoroti peluang strategis Halmahera Utara dalam mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. Menurutnya, transformasi ekonomi nasional menuju industrialisasi dan hilirisasi membuka ruang yang sangat besar bagi daerah untuk berkembang, terutama pada sektor pertanian, perikanan, industri pengolahan, serta logistik maritim.

Ia menegaskan bahwa posisi strategis Halmahera Utara sebagai gerbang Pasifik harus dimanfaatkan dengan menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menciptakan inovasi yang memberikan nilai tambah bagi daerah.

“Pemuda GMIH bukan sekadar penonton dalam pembangunan, melainkan aktor utama yang akan menentukan masa depan Halmahera Utara dan Indonesia,” ungkapnya.

Untuk itu, Hendriane menawarkan roadmap pengembangan Pemuda GMIH menuju tahun 2045 yang mencakup penguatan kemampuan berpikir kritis dan analitis, peningkatan literasi digital dan pemanfaatan AI secara etis, pengembangan kompetensi melalui pelatihan dan spesialisasi, penguatan kolaborasi lintas generasi, serta pembentukan karakter berdasarkan nilai-nilai Kristiani, integritas, dan kepemimpinan yang melayani.

Baik Wakil Bupati Halmahera Utara maupun Rektor Universitas Hein Namotemo sepakat bahwa keberhasilan Indonesia Emas 2045 tidak hanya ditentukan oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga oleh kualitas karakter, integritas moral, spiritualitas, serta kemampuan generasi muda dalam beradaptasi dan berkolaborasi menghadapi perubahan global.

Menutup kegiatan tersebut, Dr. Kasman Hi. Ahmad mengajak seluruh peserta menjadikan Kemah Raya dan RAKERTA IV Pemuda GMIH sebagai momentum memperkuat komitmen, membangun kepemimpinan yang visioner, serta melahirkan generasi muda yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi gereja, masyarakat, daerah, dan bangsa.

“Indonesia Emas 2045 hanya dapat diwujudkan oleh generasi muda yang memiliki karakter kuat, pola pikir maju, literasi digital yang baik, semangat melayani, serta kepedulian terhadap sesama. Pemuda GMIH harus tampil sebagai pelopor perubahan yang menghadirkan dampak positif bagi pembangunan bangsa,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini diharapkan lahir generasi muda GMIH yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual, tangguh dalam karakter, serta siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Halmahera Utara yang maju, berdaya saing, dan berkontribusi nyata menuju Indonesia Emas 2045.

(Red).

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *