Tobelo, Maluku Utara — Civitas Akademika STT IKAT Maluku Utara menyambut hangat kunjungan kerja Dr. Suwarsono selaku Direktur Pendidikan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Republik Indonesia di Kampus STT IKAT Maluku Utara, Desa Lina Ino, Tobelo. 23 Mei 2026
Kunjungan tersebut menjadi momentum penting dan bersejarah dalam penguatan pendidikan tinggi keagamaan Kristen di Maluku Utara, khususnya dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia berbasis pendidikan, moralitas, dan nilai-nilai spiritual.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh seluruh dosen STT IKAT Maluku Utara, staf akademik STT IKAT Maluku Utara, tokoh gereja, mahasiswa, serta sejumlah tamu undangan yang memberikan dukungan terhadap pengembangan pendidikan tinggi Kristen di Maluku Utara.
Dalam sambutannya, Rektor STT IKAT Maluku Utara, Dr. Tommy Sanfaat, menyampaikan bahwa STT IKAT Maluku Utara lahir dari pergumulan, doa, dan kerinduan besar untuk menghadirkan lembaga pendidikan yang mampu melahirkan generasi unggul bagi Maluku Utara.
Menurut Dr. Tommy Sanfaat, S.H., S.Th., M.Th., M.Pd., C.Med., capaian kampus hingga memperoleh izin penyelenggaraan dan akreditasi awal merupakan anugerah Tuhan sekaligus hasil perjuangan bersama berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan pendidikan di daerah.
“Pendidikan memiliki kekuatan untuk mengubah kehidupan manusia. Karena itu, kami percaya bahwa STT IKAT Maluku Utara harus menjadi tempat lahirnya pemimpin, pelayan Tuhan, dan pendidik yang berintegritas, berilmu, dan memiliki iman yang kuat,” ungkapnya.
Sementara itu, Rektor Sekolah Tinggi Teologi (STT) IKAT Jakarta, Pdt. Dr. Jimmy M.R. Lumintang, menegaskan bahwa pembangunan STT IKAT Maluku Utara merupakan bentuk nyata investasi sumber daya manusia untuk masa depan daerah.
Pdt. Dr. Jimmy M.R. Lumintang, M.Th., M.A., MBA., Ph.D., menilai pendidikan tidak boleh terhambat hanya karena persoalan ekonomi. Oleh sebab itu, berbagai langkah strategis seperti penyediaan beasiswa bagi mahasiswa terus didorong agar akses pendidikan semakin terbuka bagi masyarakat.
“Maluku Utara memiliki potensi besar. Karena itu investasi terbesar yang harus dilakukan hari ini adalah investasi pada manusia melalui pendidikan yang berkualitas,” ujarnya.
Mewakili dosen dan masyarakat, Dr. Anton Piga menyampaikan apresiasi atas perjuangan seluruh pihak dalam membangun STT IKAT Maluku Utara hingga mencapai tahap legalitas kelembagaan.
Ia berharap kampus tersebut dapat menjadi tonggak baru dalam pengembangan sumber daya manusia di Maluku Utara dan memperoleh kepercayaan penuh dari masyarakat melalui tata kelola pendidikan yang baik dan profesional.
Dalam arahannya, Direktur Pendidikan Ditjen Bimas Kristen RI, Dr. Suwarsono menegaskan bahwa pemerintah melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen terus berkomitmen mendukung pengembangan perguruan tinggi keagamaan Kristen di Indonesia, termasuk di Maluku Utara.
Ia menjelaskan bahwa STT IKAT Maluku Utara memiliki posisi strategis dalam mendukung pembangunan daerah melalui peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia.
“Kemajuan suatu daerah sangat dipengaruhi oleh kualitas pendidikannya. Ketika pendidikan berkembang, maka ekonomi masyarakat juga akan meningkat,” katanya.
Selain itu, beliau juga mendorong penguatan kualitas dosen melalui jabatan fungsional, sertifikasi dosen, pengembangan kompetensi akademik, serta pemanfaatan program beasiswa nasional seperti Beasiswa Indonesia Bangkit, LPDP, dan KIP Kuliah.
Menurutnya, peluang pengembangan kampus ke depan sangat besar apabila seluruh proses akademik, tata kelola kelembagaan, serta sistem pendidikan dijalankan secara profesional dan berkelanjutan.
“Kampus yang berkualitas tidak mencari mahasiswa, tetapi mahasiswa yang akan mencari kampus tersebut,” tegasnya.
Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan semangat kebersamaan, serta menjadi simbol harapan baru bagi kemajuan pendidikan Kristen di Maluku Utara.
Civitas Akademika STT IKAT Maluku Utara berharap kehadiran kampus ini dapat terus melahirkan generasi yang unggul secara intelektual, kuat secara moral dan spiritual, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, gereja, dan bangsa Indonesia. (Red)















