Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara secara resmi menutup Kiarono Festival 2026 yang berlangsung meriah, khidmat, dan penuh semangat kolaborasi lintas sektor.
Festival ini mengusung tema “Spirit Canga of Hein Namotemo” sebagai simbol penguatan nilai budaya, persaudaraan, serta pengembangan ekonomi kreatif berbasis masyarakat.
Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan strategis antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, DPRD, akademisi, TNI/Polri, serta generasi muda dalam satu panggung kebudayaan yang inklusif.
Hadir dalam kegiatan ini:
Dr. Piet Hein Babua, M.Si.
Dr. Hendriane Namotemo, S.S., M.M. (Rektor Universitas Hein Namotemo)
Drs. Erasmus Joseph Papilaya, M.TP
Debora Tongo Tongo DPRD PROVINSI MALUKU UTARA
Kris Syamsudin (Kabid Destinasi Dinas Pariwisata Provinsi Maluku Utara)
Dr. Williams Jesajas, S.T. (Kadis PUTR Halmahera Utara)
Lettu Laut (P) Mario Latumahina (Pos TNI AL Tobelo)
Letda CPM Irwansyah K., S.H. (Subdenpom XV/1-1 Tobelo)
Ipda Asdar, S.IP., M.H. (Kapolsek Tobelo)
Berto Mene (Pembina Kiarono Festival)
Staf Ahli Bupati Halmahera Utara
Pimpinan OPD Kabupaten Halmahera Utara
Penyampaian Pembina Kiarono Festival
Pembina Kiarono Festival, Berto Mene, menegaskan bahwa festival ini lahir dari semangat kolektif generasi muda untuk menghidupkan kembali nilai budaya dan persaudaraan di Halmahera Utara.
Ia menyampaikan bahwa Kiarono Festival bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan gerakan sosial dan budaya yang tumbuh dari kerja bersama, gotong royong, serta keberanian anak muda untuk bergerak.
Penyampaian Dinas Pariwisata Provinsi Maluku Utara Kabid Destinasi Dinas Pariwisata Provinsi Maluku Utara, Kris Syamsudin, memberikan apresiasi atas peningkatan kualitas penyelenggaraan Kiarono Festival 2026.
Ia menilai festival ini memiliki potensi besar untuk masuk dalam program nasional Karisma Event Nusantara, dengan catatan penguatan tata kelola, kurasi kegiatan, serta dokumentasi dampak ekonomi dilakukan secara sistematis.
Sambutan Bupati Halmahera Utara
Halmahera Utara — Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara secara resmi menutup Festival Kiarono ke-3 Tahun 2026 yang berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan generasi muda.
Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, M.Si., menyampaikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan festival yang terus berkembang sebagai ruang budaya, persaudaraan, dan ekonomi kreatif masyarakat.
Bupati menegaskan Festival Kiarono akan terus didukung sebagai agenda tahunan daerah serta didorong menjadi event berskala nasional melalui Karisma Event Nusantara.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menekankan arah pengembangan tahun 2027 dengan tema “The Power of Homa Debini” sebagai nilai kebersamaan untuk memperkuat persatuan, harmoni sosial, dan kolaborasi membangun daerah.
Festival ini diharapkan menjadi ikon budaya dan pariwisata unggulan Halmahera Utara.
Generasi Muda sebagai Motor Penggerak
Kiarono Festival 2026 menjadi ruang ekspresi generasi muda dalam menghidupkan kembali nilai budaya, identitas lokal, dan semangat kebersamaan.
Kiarono Festival 2026 resmi ditutup dengan penuh kebersamaan, ditandai dengan pertunjukan seni budaya dan sesi foto bersama seluruh tamu undangan.
Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara bersama seluruh pemangku kepentingan menegaskan komitmen untuk terus mendorong festival ini berkembang menjadi event unggulan daerah yang mampu bersaing di tingkat nasional.
Kiarono Festival 2026 menjadi simbol kolaborasi budaya, pemerintah, dan generasi muda dalam membangun Halmahera Utara yang lebih maju, kreatif, dan berdaya saing.
(Red)















