Halut – Setelah sekian lama, pergumulan masyarakat Halmahera Utara terkait pelayanan kesehatan akhirnya mulai menemukan titik terang. Kondisi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tobelo yang saat ini dinilai sudah tidak lagi layak sebagai rumah sakit tipe B, menjadi perhatian serius berbagai pihak, mengingat fungsinya yang melayani masyarakat dari wilayah Paser Putih hingga Apulea, bahkan hingga lintas kabupaten lainnya.
Situasi tersebut mendorong perlunya pembangunan lokasi baru RSUD yang lebih representatif dan memenuhi standar pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat.
Perjalanan panjang penuh dinamika itu kini mulai menunjukkan hasil. Pemerintah daerah bersama pihak swasta, khususnya PT Nusa Halmahera Minerals, disebut telah mencapai kesepahaman untuk membangun RSUD Tobelo yang baru sebagai cikal bakal peningkatan status dari tipe B menuju fasilitas yang lebih memadai.
Tokoh muda Halmahera Utara, Piet Hein Rajawange, menyampaikan bahwa langkah ini menjadi angin segar bagi masyarakat setelah sekian lama menantikan solusi nyata atas keterbatasan fasilitas kesehatan yang ada.
Ia menegaskan bahwa kondisi RSUD Tobelo saat ini sudah tidak lagi mampu menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan yang semakin meningkat, sehingga pembangunan rumah sakit baru merupakan kebutuhan mendesak.
Menurutnya, kerja sama antara pemerintah daerah dan PT NHM merupakan bentuk kolaborasi strategis yang patut diapresiasi, karena memberikan dampak langsung bagi kepentingan masyarakat luas, khususnya di bidang kesehatan.
“Kerja sama ini patut kita syukuri, karena hasilnya akan kita nikmati sampai anak cucu. Pembangunan ini memberikan wajah baru bagi Halmahera Utara yang hari ini kita sama-sama impikan,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Dr. Piet Hein Babua, M.Si bersama Wakil Bupati Kasman Hi Ahmad, M.Pd atas komitmen dan kerja keras dalam memperjuangkan peningkatan layanan kesehatan bagi masyarakat.
Tak hanya itu, apresiasi dan terima kasih juga disampaikan kepada Robert Nitiyudo Wachjo. Menurutnya, kontribusi yang diberikan bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tetapi merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap kemanusiaan.
“Ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi sebuah bentuk nyata terhadap kemanusiaan. Terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Haji Robert Nitiyudo Wachjo atas komitmen dan kepeduliannya,” tegasnya.
Kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor swasta ini dinilai sebagai langkah nyata dalam menjawab kebutuhan masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses dan fasilitas kesehatan yang memadai.
Di akhir pernyataannya, Piet mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung penuh proses pembangunan tersebut serta menjaga kebersamaan demi tercapainya pelayanan kesehatan yang lebih layak dan merata.
“Ini bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga harapan baru bagi masyarakat Halmahera Utara,” pungkasnya. (red)















