Berita  

Petani Kelapa Nilai Penjualan Buah Lebih Menguntungkan, Dorong Pemerintah Perbanyak Investasi Industri

banner 120x600

MalutHomadebini.id _, Kehadiran industri pengolahan kelapa di Kabupaten Halmahera Utara memberikan dampak positif bagi kehidupan para petani. Perubahan pola usaha dari pengolahan kopra menjadi penjualan kelapa dalam bentuk buah dinilai lebih efisien, mengurangi biaya produksi, serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Petrus Weda, tokoh masyarakat Kecamatan Kao yang juga berprofesi sebagai petani kelapa. Menurutnya, sejak hadirnya perusahaan pengolahan kelapa seperti PT Nico, pola pengelolaan hasil panen mengalami perubahan yang signifikan.

“Dulu sebagian besar petani mengolah kelapa menjadi kopra. Sekarang banyak yang memilih menjual buah kelapa karena lebih praktis, biaya produksi lebih rendah, dan hasilnya lebih menguntungkan,” ungkap Petrus.

Ia menjelaskan, proses produksi kopra membutuhkan biaya operasional yang cukup besar, mulai dari biaya mengupas (kore), membelah buah, proses pengeringan, pengumpulan, hingga pengangkutan karung kopra ke lokasi penjualan. Seluruh tahapan tersebut menjadi beban yang harus ditanggung petani.(red).

Sebaliknya, melalui sistem penjualan buah kelapa, sebagian besar biaya operasional tersebut dapat ditekan. Petani hanya perlu memanen dan menjual buah kelapa kepada perusahaan sehingga lebih hemat tenaga, waktu, maupun biaya produksi.

Selain itu, pola panen juga menjadi lebih fleksibel. Jika sebelumnya panen untuk produksi kopra umumnya dilakukan setiap empat bulan, kini petani dapat memanen setiap satu hingga dua bulan sesuai kebutuhan pasar. Kondisi ini membuat perputaran pendapatan petani lebih cepat sehingga berdampak langsung terhadap peningkatan ekonomi keluarga.

Petrus Weda berharap Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara terus mendorong masuknya investasi di sektor industri kelapa. Menurutnya, kehadiran perusahaan tidak hanya memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga menciptakan lapangan pekerjaan, menggerakkan perekonomian daerah, serta meningkatkan kesejahteraan para petani.

Ia juga berharap perusahaan dapat berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur, khususnya jalan usaha tani. Infrastruktur tersebut dinilai sangat penting untuk mempermudah akses petani dalam mengangkut hasil panen dari kebun menuju tempat penampungan maupun pabrik.

“Kami berharap pemerintah terus menghadirkan investor di sektor kelapa. Selain memberikan kontribusi terhadap PAD dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat, kami juga berharap adanya dukungan pembangunan jalan usaha tani agar akses petani dalam menjual buah kelapa semakin mudah. Dengan begitu, manfaat investasi benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat, khususnya para petani kelapa,” tutup Petrus Weda.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *