Pemkab Halut Akhiri Pengabdian 30 Alumni Pejuang Digital, Wariskan Transformasi Pendidikan di Sekolah Dasar

banner 120x600

MALUTHOMADEBINI.ID – Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara (Halut) resmi mengakhiri masa pengabdian 30 Alumni Pejuang Digital (APD) Program Pendidikan Numerasi dan Literasi Halmahera (PENHAL) yang selama ini bertugas mendampingi 30 sekolah dasar di berbagai wilayah Halmahera Utara. Meski masa tugas berakhir, berbagai inovasi dan praktik baik yang telah ditanamkan di sekolah diharapkan menjadi warisan penting dalam mendorong transformasi pendidikan yang berkelanjutan.

Penarikan peserta APD PENHAL berlangsung di Ruang Rapat Fredy Tjandua, Kantor Bupati Halmahera Utara, Selasa (23/6/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Halut Wenas Rompis mewakili Bupati Halmahera Utara, Widyaprada Utama Direktorat Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Dr. Halim Muharram, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Halut Hertje Manuel, para kepala sekolah, serta peserta APD PENHAL.

Program APD PENHAL merupakan bagian dari upaya kolaboratif untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar melalui penguatan literasi, numerasi, serta pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran. Selama masa pengabdian, para peserta mendampingi guru dan sekolah dalam membangun budaya belajar yang lebih inovatif, adaptif, dan sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman.

Widyaprada Utama Direktorat Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Dr. Halim Muharram, menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya dilihat dari aktivitas selama pendampingan, tetapi dari kemampuan sekolah melanjutkan perubahan yang telah dibangun bersama.

“Ada ungkapan, jika seseorang diberi ikan maka ia akan makan sehari, tetapi jika diajarkan cara menangkap ikan maka manfaatnya akan dirasakan sepanjang hidup. Filosofi itulah yang saya lihat dalam program Alumni Pejuang Digital. Mereka tidak datang untuk memberikan solusi sesaat, tetapi membantu sekolah membangun kemampuan dan kemandiriannya sendiri,” ujar Halim.

Menurutnya, kehadiran 30 Alumni Pejuang Digital di 30 sekolah dasar telah menjadi bagian penting dari proses transformasi pendidikan yang berorientasi pada keberlanjutan.

“Yang paling penting bukan berapa lama mereka berada di sekolah, tetapi pengetahuan, keterampilan, dan semangat perubahan yang ditinggalkan. Ketika guru mampu melanjutkan praktik-praktik baik yang telah dibangun bersama, maka dampak program ini akan terus hidup meskipun masa pengabdian telah selesai,” katanya.

Halim juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, para kepala sekolah, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program sejak awal hingga selesai.

Mewakili Bupati Halmahera Utara, Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Halut, Wenas Rompis, menyampaikan penghargaan atas dedikasi dan kontribusi para peserta APD PENHAL dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di daerah.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh peserta APD PENHAL yang telah mengabdikan waktu, tenaga, dan pemikirannya untuk mendukung kemajuan pendidikan di daerah ini. Kehadiran mereka telah memberikan nilai tambah bagi sekolah melalui berbagai inovasi dan pendampingan yang dilakukan selama program berlangsung,” kata Wenas.

Ia menegaskan bahwa transformasi pendidikan tidak hanya membutuhkan kebijakan dan dukungan anggaran, tetapi juga kolaborasi berbagai pihak yang mampu menghadirkan perubahan nyata di tingkat sekolah.

“Pengalaman dan praktik baik yang telah ditinggalkan melalui program ini diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan oleh guru, peserta didik, dan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Halmahera Utara, Hertje Manuel, menilai APD PENHAL telah memberikan dampak nyata terhadap penguatan kapasitas guru serta pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran.

“Program ini memberikan dampak yang nyata bagi sekolah-sekolah penerima manfaat. Kami melihat adanya peningkatan kapasitas guru, pemanfaatan teknologi yang semakin baik dalam pembelajaran, serta tumbuhnya budaya belajar yang lebih inovatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” ungkap Hertje.

Menurutnya, berbagai pendekatan dan inovasi yang diperkenalkan selama masa pendampingan telah membantu sekolah menjadi lebih siap menghadapi tantangan pendidikan di era digital.

Penarikan APD PENHAL menandai berakhirnya satu fase pengabdian para peserta di Halmahera Utara. Namun demikian, fondasi yang telah dibangun melalui penguatan literasi, numerasi, inovasi pembelajaran, serta pemanfaatan teknologi digital di 30 sekolah dasar diharapkan terus berkembang dan menjadi bagian dari transformasi pendidikan yang berkelanjutan.

Dengan berakhirnya program tersebut, Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara berharap semangat kolaborasi antara pemerintah, sekolah, komunitas pendidikan, dan generasi muda tetap terjaga guna mewujudkan pendidikan yang lebih berkualitas, inklusif, dan berdaya saing di masa depan.

(Redaksi MALUTHOMADEBINI.ID)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *