MalutHomadebini.id._ Suasana penuh sukacita, damai, dan kebersamaan mewarnai pelaksanaan Ibadah Minggu Biasa II di Jemaat GMIH Bukit Moria Pitu, Wilayah Tobelo Tengah, Minggu (26/7/2026). Ibadah ini menjadi bagian dari rangkaian Sidang Sinode Istimewa Bersama (SSIB) GMIH 2026 yang mengangkat tema Sinode, “Membangun Budaya Perdamaian di Gereja Masehi Injili di Halmahera (GMIH),” dengan dasar Firman Tuhan Roma 8:26–39.
Ibadah dipimpin oleh Pdt. Connie Leo, peserta SSIB GMIH 2026 asal Wilayah Galela Utara. Kehadirannya merupakan bagian dari Program Pertukaran Pelayan Ibadah Minggu dan Kunjungan Peserta SSIB GMIH 2026, sebagaimana tertuang dalam pemberitahuan Tim Penyatuan GMIH Nomor: 31/TP-GMIH/VII/2026 tanggal 24 Juli 2026. Program ini bertujuan mempererat persekutuan antarjemaat melalui pelayanan lintas wilayah serta memperkokoh semangat persaudaraan di lingkungan GMIH.
Dalam khotbahnya, Pdt. Connie Leo mengajak seluruh warga jemaat untuk tetap hidup dalam pengharapan, teguh dalam iman, serta meyakini bahwa tidak ada sesuatu pun yang dapat memisahkan orang percaya dari kasih Allah di dalam Yesus Kristus. Ia juga mengingatkan pentingnya mengandalkan pertolongan Roh Kudus dalam menghadapi setiap pergumulan hidup.
Usai ibadah, Pdt. Connie Leo menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepadanya untuk melayani di Jemaat GMIH Bukit Moria Pitu. Ia turut menyampaikan apresiasi kepada Ketua Majelis Jemaat GMIH Bukit Moria Pitu, Pdt. Reignal Mahiku, beserta seluruh pelayan khusus dan warga jemaat yang telah menyambutnya dengan penuh kasih, sukacita, dan semangat persaudaraan selama pelaksanaan SSIB GMIH 2026.
Ibadah tersebut juga dihadiri oleh Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, M.Si., yang merupakan warga Jemaat GMIH Bukit Moria Pitu. Kehadiran Bupati bersama jemaat mencerminkan kebersamaan dalam persekutuan serta komitmen untuk terus membangun kehidupan bergereja yang rukun, damai, dan harmonis.
Selain di Jemaat GMIH Bukit Moria Pitu, Program Pertukaran Pelayan Ibadah Minggu dan Kunjungan Peserta SSIB GMIH 2026 juga dilaksanakan secara serentak di seluruh jemaat Wilayah Tobelo Tengah. Jemaat Eben Haezer Upa-Kali Upa menerima peserta dari Jailolo dengan khadim Pdt. Wempi Ngowa; Jemaat Moria Pitu-Lina Ino menerima peserta dari Galela dan Galela Selatan dengan Pdt. Merry Ch. V. Larumpa, S.Teol; Jemaat Pniel WKO-Upa menerima peserta dari Morotai Selatan Barat dengan Pdt. Refli Lahengking, M.Th.; Jemaat Betlehem Wosia menerima peserta dari Gebater dengan Pdt. Yofter N. Taliuwan, S.Si.Teol.; Jemaat Eben Haezer Tanjung Niara menerima peserta dari Morotai Utara dengan Pdt. Hendrik Sipahelut, M.Th.; Jemaat Maranatha Kali Pitu menerima peserta dari Tobelo Timur dengan Pdt. Leonora Balamu, S.Si.Teol.; Jemaat Mahia Mahira menerima peserta dari Morotai Timur dengan Pdt. Ferdy Bona, S.Si.Teol.; Jemaat Efata WKO menerima peserta dari Jailolo Tengah dengan Pdt. Yosias Dijnat, S.Si.Teol.; Jemaat Bersehati WKO menerima peserta dari Ibu Tengah dengan Pdt. K. Momole, S.Si.Teol.; serta Jemaat Sion WKO menerima peserta dari Kao dan Kao Timur dengan Pdt. Imanuel Uni.
Pelaksanaan program ini menjadi bukti nyata semangat persatuan, persekutuan, dan kebersamaan yang terus dibangun dalam SSIB GMIH 2026. Melalui pelayanan lintas wilayah, GMIH semakin mempererat hubungan antarjemaat sekaligus memperkuat panggilan gereja untuk menghadirkan budaya perdamaian di tengah kehidupan bergereja dan bermasyarakat.
(Red).















