Berita  

KNPI Halut Nilai Harga Kelapa PT NICO Masih Wajar, Dorong Sosialisasi Lebih Terbuka

banner 120x600

Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Halmahera Utara menilai harga buah kelapa yang dibeli PT Natural Indococonut Organik (PT NICO) saat ini masih berada pada level yang wajar dan memberikan keuntungan bagi petani.

Ketua KNPI Halmahera Utara, Mufrid Tawary, mengatakan penilaian tersebut tidak terlepas dari perbandingan perkembangan harga kelapa dan kopra dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, kondisi harga saat ini jauh lebih baik dibandingkan periode sebelumnya ketika harga komoditas kelapa dan kopra sempat berada pada titik yang kurang menguntungkan bagi petani.

“Kami memahami harapan seluruh petani agar harga terus naik. Namun jika kita menengok ke belakang, dibandingkan beberapa tahun sebelumnya, harga kelapa saat ini justru sudah sangat bagus dan masih sangat wajar,” ujar Mufrid, Selasa (18/8/2026).

Meski menilai harga masih wajar, KNPI tetap mendorong PT NICO meningkatkan keterbukaan informasi kepada masyarakat. Sosialisasi mengenai mekanisme dan dasar penetapan harga beli buah kelapa dinilai penting untuk mencegah munculnya kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Perlu ada sosialisasi yang lebih intensif dan terbuka, terutama mengenai dasar penetapan harga dan ketentuan-ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, masyarakat dapat memahami informasi secara utuh dan tidak menimbulkan persepsi yang keliru terhadap PT NICO,” kata Mufrid.

Menurutnya, komunikasi yang baik antara perusahaan dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga hubungan kemitraan yang sehat. KNPI juga mendorong petani untuk terus meningkatkan kualitas buah serta produktivitas kebun agar memberikan nilai ekonomi yang lebih baik.

“Yang perlu terus didorong adalah peningkatan kualitas dan produktivitas. Petani dan pengusaha harus sama-sama menjaga hubungan yang harmonis sehingga kemitraan yang terbangun dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak,” tambahnya.

Petani: Harga Saat Ini Patut Disyukuri

Pandangan serupa disampaikan Awri (51), salah satu petani kelapa asal Kecamatan Tobelo Barat. Ia menilai harga komoditas kelapa saat ini sudah cukup baik dibandingkan kondisi sebelumnya.

Menurut Awri, harga kopra yang telah berada di atas Rp10 ribu per kilogram dan harga buah kelapa yang mencapai lebih dari Rp2 ribu per butir merupakan perkembangan positif bagi petani. Namun, ia berharap kenaikan harga komoditas juga dapat diimbangi dengan perhatian terhadap biaya tenaga kerja yang ikut meningkat.

“Harga kopra sudah tembus di atas sepuluh ribu, dan kelapa di atas dua ribu rupiah itu sudah sangat bagus. Hanya saja yang perlu diperhatikan adalah biaya upah pekerja yang ikut naik,” ujar Awri.

Ia juga mengapresiasi pola pelayanan PT NICO yang menurutnya memberikan kemudahan bagi petani. Perusahaan dinilai membantu petani karena hasil kebun dapat langsung dibeli tanpa harus mencari pembeli atau membawa hasil kelapa ke tempat lain.

“Kalau PT NICO bagus karena dorang langsung nae (panjat) kelapa. Jadi torang cuma dudu manis langsung tarima doi,” tuturnya.

Bagi Awri, kemudahan tersebut menjadi salah satu manfaat yang dirasakan langsung masyarakat. Petani cukup menyerahkan hasil kebun, sementara proses pengambilan dan pembayaran dilakukan oleh perusahaan.

Dengan kondisi tersebut, KNPI berharap hubungan antara petani dan PT NICO terus diperkuat melalui komunikasi terbuka, peningkatan kualitas produksi, serta pola kemitraan yang saling memberikan manfaat bagi masyarakat dan dunia usaha di Halmahera Utara. (Red/chen).

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *