MalutHomadebini.id-, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kabupaten Halmahera Utara, Ir. Jeffry R. Hoata, S.Pi., M.H., IPU, mendorong Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) 2026 sebagai langkah strategis membekali masyarakat dengan keterampilan yang relevan, meningkatkan kesiapan kerja, sekaligus membuka peluang usaha mandiri.
Kegiatan PBK 2026 merupakan kolaborasi Dinas Nakertrans Kabupaten Halmahera Utara bersama Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Ternate. Pelatihan dilaksanakan dengan pendekatan praktik agar peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga menguasai keterampilan sesuai bidang yang dipilih.
Tiga program pelatihan yang diberikan meliputi Kreasi Busana dengan Mesin Jahit, Teknisi AC Residential, serta Pemeliharaan Kendaraan Ringan Sistem Injeksi.
Dalam sambutannya, Ir. Jeffry R. Hoata, S.Pi., M.H., IPU menegaskan bahwa pelatihan harus memberikan manfaat nyata bagi peserta. Kompetensi yang diperoleh tidak boleh berhenti setelah pelatihan selesai, tetapi harus dapat menjadi modal untuk mencari pekerjaan maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
Pada program Teknisi AC Residential, peserta dibekali materi mulai dari keselamatan dan kesehatan kerja, komunikasi dan kerja sama di tempat kerja, persiapan alat dan bahan, hingga pencucian unit AC. Peserta juga memperoleh praktik bongkar-pasang unit AC serta recharging atau pengisian refrigeran.
Instruktur BPVP Ternate, Rival Erens Tala, berharap peserta terus mempertahankan kompetensi yang telah diperoleh melalui belajar dan praktik secara berkelanjutan. Peserta yang belum dinyatakan kompeten juga didorong untuk terus belajar karena kesempatan meningkatkan kompetensi masih terbuka.
Sementara pada program Kreasi Busana dengan Mesin Jahit, peserta mendapatkan pembelajaran berbasis praktik hingga mampu membuat pakaian secara mandiri. Keterampilan tersebut diharapkan dapat dikembangkan menjadi usaha jahit dari rumah maupun usaha yang lebih besar.
Adapun program Pemeliharaan Kendaraan Ringan Sistem Injeksi diarahkan untuk membekali peserta dengan keterampilan teknis sesuai kebutuhan dunia kerja, khususnya sektor bengkel dan jasa otomotif.
Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya sertifikasi kompetensi BNSP sebagai salah satu modal peserta dalam mengembangkan karier maupun usaha. Peserta yang dinyatakan kompeten diharapkan dapat memanfaatkan sertifikasi tersebut untuk memperkuat peluang kerja dan mengakses program pengembangan usaha, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Pemkab Halmahera Utara berkomitmen mengupayakan bantuan peralatan bagi peserta yang benar-benar siap menjalankan usaha. Bantuan pada prinsipnya diarahkan secara berkelompok, sementara usaha tertentu dengan kebutuhan peralatan relatif kecil dapat dipertimbangkan secara perorangan sesuai ketentuan dan kemampuan anggaran.
Peserta yang telah membuka usaha juga diharapkan segera melapor kepada pemerintah agar dapat memperoleh pembinaan, pendampingan, serta akses terhadap berbagai program bantuan dari pemerintah daerah, pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.
Ke depan, Dinas Nakertrans Halmahera Utara mendorong keberlanjutan pelatihan melalui kolaborasi bersama BPVP Ternate maupun pelaksanaan pelatihan secara mandiri dengan dukungan anggaran daerah sesuai kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
PBK 2026 menjadi langkah nyata membangun masyarakat Halmahera Utara yang terampil, kompeten, produktif, siap kerja, dan mampu menciptakan peluang usaha.
Dari keterampilan menuju kompetensi. Dari kompetensi menuju kemandirian ekonomi.
(Red).















