Berita  

Gubernur Lampung Buka Lokakarya Kaderisasi Nasional GMNI 2026, 137 Kader Perkuat Sistem Organisasi

banner 120x600

BANDAR LAMPUNG — Gubernur Lampung, Ir. Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M., secara resmi membuka Lokakarya Kaderisasi Nasional Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Tahun 2026 di Balai Keratun, Kantor Pemerintah Provinsi Lampung, Senin (26/10/2026). Kegiatan yang berlangsung hingga 1 November 2026 ini menjadi momentum penguatan sistem kaderisasi, ideologi Marhaenisme, serta kemandirian organisasi dalam menghadapi perkembangan zaman.

 

Lokakarya yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GMNI tersebut mengusung tema “Ekosistem dan Digitalisasi Kaderisasi: Spirit Institusional Menuju Kemandirian Kaderisasi GMNI.” Sebanyak 137 kader dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti kegiatan ini. Turut hadir unsur Pemerintah Provinsi Lampung, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran DPP GMNI, panitia nasional, senior dan alumni GMNI, perwakilan organisasi kepemudaan, narasumber, serta para delegasi peserta.

 

Dalam laporan ketua panitia nasional, kegiatan ini dijelaskan sebagai bagian dari upaya memperkuat kaderisasi yang terarah, sistematis, dan berkelanjutan. Lokakarya tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi forum diskusi, tetapi juga menghasilkan rekomendasi strategis untuk membangun sistem pembinaan kader yang mampu menjawab kebutuhan organisasi di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial.

 

Ketua Umum DPP GMNI, Sujahri Somar, bersama Sekretaris Jenderal DPP GMNI, Amir Mahfut, dan jajaran pimpinan organisasi lainnya turut menjadi bagian penting dalam agenda penguatan kaderisasi nasional. Dalam perspektif organisasi, kaderisasi merupakan fondasi utama keberlanjutan gerakan. Penguatan ideologi Marhaenisme, tradisi akademik, konsistensi pembinaan, serta kemandirian kelembagaan dinilai penting untuk menjaga arah perjuangan GMNI agar tetap berpihak kepada kepentingan rakyat.

 

Dalam perspektif alumni GMNI, Bung Sergio menyoroti tantangan gerakan mahasiswa di tengah perkembangan Industri 5.0 dan kapitalisme digital. Ia menekankan pentingnya penguatan literasi digital, kemampuan menulis, penelitian, analisis data, serta pemahaman kebijakan publik bagi kader GMNI. Pemanfaatan teknologi diharapkan tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga memperkuat pendidikan politik, pengorganisasian, dan advokasi untuk memperjuangkan kepentingan rakyat, khususnya petani, buruh, nelayan, pelaku usaha kecil, serta kelompok masyarakat yang menghadapi ketimpangan sosial dan ekonomi.

 

Sementara itu, Gubernur Lampung, Ir. Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M., dalam sambutannya menekankan pentingnya peran generasi muda dan organisasi kemahasiswaan dalam pembangunan. Kader mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kapasitas intelektual, menjaga integritas, serta membangun kepedulian terhadap persoalan masyarakat. Sinergi antara pemerintah dan gerakan mahasiswa juga diharapkan dapat membuka ruang pertukaran gagasan dan mendorong kontribusi konstruktif bagi pembangunan daerah maupun nasional.

 

Setelah menyampaikan sambutan, Gubernur Lampung secara resmi membuka Lokakarya Kaderisasi Nasional GMNI Tahun 2026. Pembukaan tersebut menandai dimulainya rangkaian agenda yang dijadwalkan berlangsung hingga 1 November 2026, dengan fokus pada penguatan sistem kaderisasi, pengembangan ekosistem digital, dan perumusan strategi kemandirian organisasi.

 

Melalui lokakarya nasional ini, GMNI diharapkan mampu membangun sistem kaderisasi yang adaptif terhadap perubahan zaman tanpa meninggalkan jati diri ideologis dan semangat Marhaenisme. Digitalisasi diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pembinaan dan koordinasi organisasi, memperluas akses pembelajaran, serta memperkuat kualitas kader dan kesinambungan regenerasi kepemimpinan dalam memperjuangkan kepentingan rakyat, bangsa, dan negara.

(Red/chen).

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *