TOBELO, MalutHomadebini.id– Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, M.Si., menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 Jemaat GMIH Bukit Moria Pitu yang dirangkaikan dengan peresmian dan pentahbisan Pastori II dan III, Minggu (1/11/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 17.00 WIT di lokasi Pastori II dan III Jemaat GMIH Bukit Moria Pitu tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Halmahera Utara, Drs. E.J. Papilaya, M.TP., Ketua Sinode GMIH, para pendeta dan pelayan gereja, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara yang beragama Kristen, seluruh warga jemaat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Piet Hein Babua menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga jemaat atas keberhasilan pembangunan dua unit pastori tersebut. Menurutnya, pembangunan Pastori II dan III merupakan hasil dari semangat kebersamaan, komitmen, serta partisipasi warga jemaat dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan gereja. Ia menilai, bertambahnya fasilitas pelayanan tersebut menjadi pencapaian penting, mengingat sebelumnya jemaat hanya memiliki satu unit pastori sementara kebutuhan pelayanan terus berkembang.

Bupati berharap, keberadaan kedua pastori tersebut dapat memberikan kenyamanan bagi para pelayan Tuhan sekaligus mempererat hubungan antara pelayan gereja dan warga jemaat. Ia menegaskan bahwa pelayanan gereja tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga harus mampu membentuk karakter, memperkuat kepribadian, serta menumbuhkan kehidupan iman yang berdampak positif bagi masyarakat. Karena itu, ia mengajak seluruh warga jemaat untuk terus menjaga kerukunan, persaudaraan, toleransi, dan kedamaian sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat di Kabupaten Halmahera Utara.
Selain menyampaikan pesan keagamaan, Bupati juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi perubahan musim dan potensi bencana hidrometeorologi. Mengacu pada informasi BMKG yang disampaikannya, hujan diperkirakan mulai turun pada akhir November. Kondisi tersebut perlu diantisipasi, terutama di wilayah perbukitan dan pegunungan yang sebelumnya mengalami kebakaran lahan. Bupati mengingatkan bahwa berkurangnya tutupan vegetasi dapat meningkatkan risiko tanah longsor ketika intensitas hujan meningkat. Ia pun mengimbau masyarakat agar menjaga lingkungan, menghindari pembakaran lahan secara sembarangan, serta mewaspadai potensi banjir dan longsor.
Dalam kesempatan itu, Bupati turut memaparkan langkah Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara dalam mengendalikan inflasi daerah, khususnya akibat kenaikan harga cabai rawit atau rica. Ia menjelaskan bahwa harga rica sempat mencapai Rp200.000 per kilogram sehingga menjadi salah satu komoditas yang memberikan tekanan terhadap inflasi. Menindaklanjuti kondisi tersebut, pemerintah daerah melakukan koordinasi dengan petani hortikultura dan pedagang besar serta menjalin kerja sama dengan sejumlah daerah untuk menjaga ketersediaan pasokan. Melalui langkah intervensi tersebut, pemerintah memfasilitasi pengadaan sekitar tujuh ton rica untuk mendukung stabilisasi harga di wilayah Maluku Utara.
Dari total pasokan tersebut, Halmahera Utara memperoleh hampir tiga ton untuk memenuhi kebutuhan masyarakat melalui operasi pasar. Bupati menjelaskan, dalam pelaksanaan operasi pasar, rica disediakan dengan harga Rp80.000 per kilogram, sementara harga di pasaran sebelumnya berada pada kisaran Rp170.000 hingga Rp200.000 per kilogram. Ia juga mengimbau para pedagang agar menjaga stabilitas harga dan tidak menjual komoditas tersebut melebihi Rp100.000 per kilogram. Langkah ini diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, menjaga daya beli, serta mengendalikan laju inflasi di daerah.
Menutup sambutannya, Bupati Piet Hein Babua menyampaikan selamat merayakan HUT ke-21 kepada seluruh keluarga besar Jemaat GMIH Bukit Moria Pitu. Ia berharap Pastori II dan III yang telah diresmikan dan ditahbiskan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang pelayanan serta menjadi berkat bagi para pelayan Tuhan dan seluruh warga jemaat. Momentum tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat kebersamaan, pertumbuhan iman, dan tanggung jawab pelayanan gereja.
Perayaan HUT ke-21 yang dirangkaikan dengan peresmian dan pentahbisan Pastori II dan III ini menjadi momentum penting bagi Jemaat GMIH Bukit Moria Pitu untuk terus bertumbuh dalam iman, mempererat persaudaraan, serta membangun kehidupan sosial yang harmonis. Semangat gotong royong yang telah diwujudkan melalui pembangunan fasilitas pelayanan diharapkan terus terpelihara dan menjadi kontribusi nyata bagi terciptanya masyarakat yang rukun, damai, dan sejahtera di Kabupaten Halmahera Utara. (Chen).















