HALMAHERA UTARA — Festival Keanekaragaman Hayati Maluku Utara (KehatiMU) 2026 kembali menghadirkan ruang edukasi dan diskusi bagi generasi muda melalui kegiatan Talkshow Festival KehatiMU 2026 yang berlangsung di Rumah Adat Hibua Lamo, Halmahera Utara, Jumat (5/9).
Talkshow mengangkat tema “Membangun Budaya dan Spiritual Generasi Muda Cinta Keanekaragaman Hayati”. Tema tersebut menjadi momentum untuk mendorong generasi muda memahami bahwa keanekaragaman hayati bukan sekadar kekayaan alam, tetapi juga bagian penting dari budaya, kehidupan masyarakat, serta keberlanjutan lingkungan di masa depan.
Kegiatan menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Sekretaris Daerah Kabupaten Halmahera Utara, Drs. E. J. Papilaya, M.T.P., Alfan Soleman dari Komunitas Salabia, Yusnan Humah dari BK SDA Maluku, serta Radios Simanjuntak dari Universitas Halmahera. Talkshow dipandu oleh moderator Benny Aladin.
Dalam pengantarnya, disampaikan bahwa kecintaan terhadap keanekaragaman hayati harus dibangun tidak hanya melalui kesadaran untuk menjaga alam, tetapi juga melalui pembentukan budaya, karakter, dan kepedulian generasi muda terhadap lingkungan.
Sekretaris Daerah Halmahera Utara, Drs. E. J. Papilaya, M.T.P., mengapresiasi pelaksanaan Festival KehatiMU 2026. Ia berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat kesadaran bersama untuk menjaga hubungan yang harmonis antara manusia, Tuhan, dan alam.
“Kita memiliki potensi kekayaan hayati yang luar biasa. Karena itu, kita harus melihatnya sebagai warisan yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Sekda.
Menurutnya, pelestarian keanekaragaman hayati sejalan dengan arah pembangunan daerah dalam mewujudkan Halmahera Utara yang setara, sehat, terdidik, aman, maju, dan berkelanjutan.
Untuk itu, penguatan edukasi, kolaborasi, serta peran komunitas lingkungan dinilai menjadi bagian penting dalam melibatkan generasi muda dalam upaya konservasi. Terlebih di tengah perkembangan era digital yang semakin dekat dengan kehidupan generasi muda.
Sekda juga mengajak kaum muda untuk tidak sekadar menjadi penonton, tetapi mengambil peran nyata dalam menjaga kekayaan alam dan lingkungan sebagai warisan bagi generasi mendatang.
“Mari kita lestarikan kehidupan secara berkelanjutan dan membangun karakter untuk hidup damai dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam,” ajaknya.
Sementara itu, narasumber lainnya turut menekankan pentingnya keterlibatan komunitas, dunia pendidikan, serta Polisi Hutan dalam menjaga kawasan konservasi dan mempertahankan semangat pelestarian keanekaragaman hayati.
Diskusi tersebut mendapat perhatian dari para peserta yang sebagian besar merupakan kalangan anak muda. Kehadiran mereka menunjukkan adanya ruang yang semakin terbuka bagi generasi muda untuk berdiskusi, memperoleh pengetahuan, sekaligus terlibat dalam gerakan pelestarian lingkungan.
Melalui Talkshow Festival KehatiMU 2026, kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi dapat menjadi momentum untuk membangun gerakan bersama dalam menjaga kekayaan alam dan budaya Halmahera Utara.
Generasi muda diharapkan mampu menjadi bagian dari perubahan dengan menjadikan kecintaan terhadap keanekaragaman hayati sebagai bagian dari karakter, budaya, dan kehidupan sehari-hari, sehingga kekayaan alam Maluku Utara tetap terjaga dan dapat dinikmati oleh generasi yang akan datang. (Chen).















