F.N. Sahetapy Tegaskan Transformasi Perpustakaan Sekolah Jadi Episentrum Literasi di Halmahera Utara

banner 120x600

Kabupaten Halmahera Utara mulai mengonstruksi ulang paradigma literasi di tingkat pendidikan dasar. Cetak biru penguatan sumber daya manusia (SDM) tersebut diwujudkan melalui akselerasi kompetensi pengelola ruang baca sekolah dalam agenda Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembinaan Perpustakaan yang berlangsung di Bryken Hotel, Kecamatan Tobelo, Jumat (22/5).

 

Kegiatan yang diinisiasi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Halmahera Utara itu mempertemukan kepala sekolah tingkat SD dan SMP se-Halmahera Utara guna menyamakan ritme transformasi literasi dan digitalisasi perpustakaan sekolah.

 

Mewakili Bupati Halmahera Utara, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Halut, F.N. Sahetapy, hadir membuka kegiatan sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah terhadap penguatan budaya baca di lingkungan pendidikan dasar.

 

Dalam sambutan tertulis Bupati yang dibacakannya, Sahetapy menekankan bahwa perpustakaan sekolah tidak lagi dapat dipandang sekadar sebagai ruang penyimpanan buku, melainkan harus menjadi pusat pembelajaran yang dinamis dan relevan dengan kebutuhan generasi saat ini.

 

“Perpustakaan sekolah memegang peranan vital dalam menunjang proses belajar-mengajar. Fasilitas ini bukan lagi sekadar ruang penyimpanan buku, melainkan pusat sumber belajar, poros informasi, serta wadah pengembangan kreativitas bagi para peserta didik,” ujar Sahetapy.

 

Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara menilai tantangan era disrupsi teknologi dan derasnya arus informasi menuntut hadirnya fasilitas literasi yang adaptif dan inklusif. Karena itu, peningkatan kapasitas pengelola perpustakaan dipandang sebagai fondasi penting dalam membangun ketahanan literasi generasi muda.

 

“Di tengah kedinamisan teknologi saat ini, perpustakaan dituntut adaptif demi menjawab kebutuhan generasi masa kini. Melalui Bimtek ini, Bupati berharap para pengelola mampu menyerap wawasan baru guna mewujudkan tata kelola yang modern, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan,” lanjut Sahetapy.

 

Melalui standardisasi kompetensi tersebut, Pemkab Halmahera Utara memproyeksikan seluruh institusi pendidikan dasar di Bumi Hibualamo mampu mengikis kesenjangan literasi digital sekaligus menghadirkan wajah baru perpustakaan sekolah sebagai ruang publik edukatif yang aman, representatif, dan menjadi episentrum kecerdasan kolektif anak daerah. (Red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *