MalutHomadebini.id _, Komitmen Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara dalam memperkuat ketahanan pangan terus diwujudkan. Bupati Halmahera Utara Dr. Piet Hein Babua, M.Si. menghadiri Rapat Koordinasi Percepatan Cetak Sawah Provinsi Maluku dan Penandatanganan Kontrak Cetak Sawah Provinsi Maluku Utara Tahun 2026, yang berlangsung di Ambon, Rabu (12/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Piet Hein Babua menandatangani kontrak program cetak sawah untuk Kabupaten Halmahera Utara dengan alokasi 1.067 hektar untuk Tahun 2026. Bupati hadir didampingi Kepala Dinas Pertanian Halmahera Utara Piet Hein Onthony, SP.
Program ini menjadi bagian dari sinergi antara Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, dan TNI dalam mempercepat pembukaan serta pemanfaatan lahan pertanian baru untuk mendukung peningkatan produksi pangan.
Bupati Piet Hein Babua menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Pertanian serta Pangdam XV/Pattimura atas dukungan dan kebijakan yang diberikan kepada Kabupaten Halmahera Utara melalui program cetak sawah.
Menurut Bupati, alokasi 1.067 hektar merupakan peluang besar bagi Halmahera Utara untuk memperkuat sektor pertanian. Bahkan, berdasarkan potensi yang tersedia, Halmahera Utara memiliki lahan yang dapat dikembangkan hingga sekitar 2.980 hektar.
“Untuk Halmahera Utara, Pemerintah Daerah masih diberikan kesempatan hingga akhir minggu depan untuk mengajukan penambahan luasan lahan guna mengoptimalkan pelaksanaan program tersebut,” ujar Bupati.
Bupati menjelaskan, lokasi program cetak sawah tersebut berada di wilayah Kecamatan Kao Barat, yang dinilai memiliki potensi besar untuk pengembangan pertanian pangan. Kawasan ini diharapkan dapat menjadi salah satu pusat pengembangan produksi pangan di Halmahera Utara.
Karena itu, Bupati meminta Kepala Dinas Pertanian untuk membangun kolaborasi yang seimbang antara masyarakat lokal dan masyarakat transmigran dalam pelaksanaan program. Ia juga mendorong adanya perubahan pola pertanian dari dominasi tanaman jangka panjang menuju pengembangan tanaman pangan jangka pendek.
“Kalau selama ini kita punya pala, kelapa, cengkeh dan lain-lain, kita harus bergeser kepada tanaman jangka pendek,” tegas Bupati.
Bupati juga mengajak Camat Kao Barat, para kepala desa, masyarakat, serta jajaran Dinas Pertanian untuk proaktif memberikan dukungan terhadap program cetak sawah seluas 1.067 hektar tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Halmahera Utara Piet Hein Onthony, SP. bersama jajarannya menyatakan kesiapan untuk mendukung dan menyukseskan program cetak sawah di Kecamatan Kao Barat.
Dinas Pertanian akan memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai sasaran, termasuk memberikan waktu kerja yang memadai kepada tim survei, melibatkan Pemerintah Daerah dalam setiap tahapan, serta melibatkan masyarakat petani sejak awal pelaksanaan.
Dengan ditandatanganinya kontrak cetak sawah 1.067 hektar Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara optimistis program ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan produksi pangan, memperluas peluang ekonomi masyarakat, serta memperkuat kontribusi Halmahera Utara terhadap ketahanan pangan nasional.
(Red/chen)















