MalutHomadebini.id – Bupati Halmahera Utara Dr. Piet Hein Babua, M.Si. bersama Wakil Bupati Dr. Kasman Hi. Ahmad, S.Ag., M.Pd. menghadiri pembukaan Sidang Sinode Istimewa Bersama (SSIB) Gereja Masehi Injili di Halmahera (GMIH) yang berlangsung di Gereja Pusat GMIH Jemaat Imanuel Gamsungi, Kecamatan Tobelo, Kamis (23/7/2026).
Mengusung tema “Hendaklah Mereka Menjadi Satu” (Yohanes 17:21), sidang yang akan berlangsung hingga 26 Juli 2026 itu menjadi momentum bersejarah dalam perjalanan GMIH untuk menyatukan kembali dua kepemimpinan sinode yang telah berjalan terpisah selama kurang lebih 13 tahun.
Pembukaan sidang dihadiri sekitar 1.400 peserta dan tamu undangan, di antaranya Ketua DPRD Halmahera Utara Christina Lesnussa, perwakilan Kementerian Agama RI melalui Direktur Jenderal Bimas Kristen Luksen James Mayor, S.Sos., Karo Kesra Provinsi Maluku Utara Asrul Gailea, Dandim 1508/Tobelo Letkol Kav Ramdhani Akbar, S.I.P., Wakapolres Halut Kompol Saiful Egal, Sekretaris Umum PGI Pdt. Darwin Darmawan, M.Th., Ketua Sinode GMIH Jalan Kemakmuran Pdt. Dr. Demianus Ice, M.Th., Ketua Sinode GMIH Jalan WKO Pdt. Anselmus Puasa, M.Th., Prof. Dr. James Haire, serta para tokoh gereja dan masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan tamu, pengalungan stola, ibadah syukur, menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, laporan panitia, sambutan para undangan, pemukulan gong sebagai tanda pembukaan sidang, doa bersama, penyerahan cenderamata, hingga ramah tamah sebelum dilanjutkan dengan agenda persidangan.
Dalam sambutannya, Bupati Piet Hein Babua menegaskan bahwa Sidang Sinode Istimewa Bersama merupakan amanat kedua sinode sebagai bentuk komitmen bersama untuk menempuh proses penyatuan GMIH.
Menurutnya, perjalanan menuju rekonsiliasi bukanlah sesuatu yang terjadi dalam waktu singkat, melainkan melalui proses panjang yang telah dimulai sejak tahun 2013 dan diperkuat dengan berbagai dialog serta kesepahaman yang dibangun pada tahun 2022.
“Hari ini menjadi momentum yang sangat penting bagi perjalanan GMIH dalam membangun kembali persatuan dan kesatuan. Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara mendukung sepenuhnya proses penyatuan ini dan akan terus menjaga keamanan, ketertiban, serta menciptakan suasana yang kondusif agar seluruh tahapan persidangan berlangsung dengan aman, damai, dan penuh hikmat,” ujar Bupati.
Ia mengajak seluruh peserta untuk mengedepankan kerendahan hati, saling menghargai, membuka ruang dialog, serta menjadikan setiap perbedaan sebagai kekuatan dalam membangun gereja.
“Marilah kita melaksanakan persidangan ini dengan hati yang penuh damai, sukacita, dan kasih. Singkirkan segala hal yang dapat memecah belah serta utamakan semangat rekonsiliasi dan persatuan. Pemerintah akan terus hadir mendampingi proses ini hingga tujuan bersama dapat tercapai,” katanya.
Bupati juga menyampaikan salam dari Gubernur Maluku Utara yang berhalangan hadir karena agenda pemerintahan. Meski demikian, Pemerintah Provinsi Maluku Utara menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sidang Sinode Istimewa Bersama sebagai bagian dari penguatan kerukunan umat beragama di daerah.
Sementara itu, mewakili Menteri Agama RI, Direktur Jenderal Bimas Kristen Luksen James Mayor menegaskan bahwa Sidang Sinode Istimewa bukanlah forum untuk menentukan pihak yang menang atau kalah, melainkan ruang rekonsiliasi guna menyatukan kembali keluarga besar GMIH dalam kasih Kristus.
Ia mengajak seluruh peserta hadir dengan hati yang dipenuhi kasih, pengampunan, dan kerendahan hati agar keputusan-keputusan yang dihasilkan menjadi berkat bagi gereja dan umat. Ia juga mengingatkan bahwa sebagai anak-anak Tuhan sekaligus warga negara Indonesia, setiap umat dipanggil untuk menjaga persaudaraan, kedamaian, dan kehidupan beragama yang harmonis sebagaimana dijamin oleh konstitusi.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Umum PGI, Pdt. Darwin Darmawan, M.Th., menyebut Sidang Sinode Istimewa Bersama sebagai momentum bersejarah yang patut disyukuri oleh seluruh gereja di Indonesia.
Menurutnya, setelah sekitar 13 tahun berjalan dalam perbedaan, GMIH kini menunjukkan bahwa rekonsiliasi dapat diwujudkan melalui kasih, dialog, pengampunan, dan kerendahan hati.
“Hari ini kita menyaksikan bahwa kasih Kristus membuka jalan bagi pemulihan dan persatuan. Ini bukan sekadar agenda organisasi, tetapi menjadi tonggak sejarah bagi GMIH untuk kembali berjalan bersama dalam satu pelayanan,” ujarnya.
Dalam Suara Gembala, Ketua Sinode GMIH Jalan Kemakmuran Pdt. Dr. Demianus Ice, M.Th. mengajak seluruh peserta datang dengan hati yang kosong dari ego, kesombongan, dan kepentingan pribadi.
Ia memaknai simbol salib dan perahu sebagai lambang kasih Kristus dan perjalanan gereja yang dipimpin Tuhan.
“Jangan datang untuk mempertahankan perbedaan, tetapi datanglah untuk mencari kehendak Tuhan. Apa yang pernah memisahkan kita, biarlah dipulihkan oleh kasih Kristus. Apa yang pernah melukai, biarlah disembuhkan oleh kuasa Roh Kudus. Sebab kita semua adalah satu tubuh di dalam Kristus,” pesannya.
Pembukaan Sidang Sinode Istimewa Bersama ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya persidangan. Selanjutnya, peserta memasuki agenda rapat yang akan berlangsung hingga Minggu, 26 Juli 2026.
Sidang ini diharapkan menghasilkan keputusan-keputusan strategis yang menjadi fondasi penyatuan GMIH, memperkuat pelayanan gereja, mempererat persaudaraan jemaat, serta menjadi teladan rekonsiliasi dan persatuan bagi gereja-gereja di Indonesia.
(Red).















