TOBELO, MalutHomadebini.id – Himpunan Mahasiswa Hukum (HIMAHUM), Fakultas Ilmu Sosial dan Kependidikan, Universitas Hein Namotemo (UNHENA) Tobelo, menggelar Inagurasi Program Studi Hukum Tahun Akademik 2025/2026 di Pantai Kumo, Tobelo, Sabtu (31/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penyambutan mahasiswa baru sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan dan solidaritas antarmahasiswa.
Mengusung tema besar “Bersama Membangun Langkah, Menyongsong Masa Depan”, kegiatan tersebut mengangkat tema utama “Beretika dalam Sikap, Berintegritas dalam Tindakan, Bersolidaritas dalam Kebersamaan”. Sementara subtema yang diusung, yakni “Mewujudkan Mahasiswa Hukum yang Menjunjung Tinggi Nilai Keadilan, Mempererat Persaudaraan, dan Berani Bersuara dalam Setiap Ketidakadilan.” Kegiatan ini dihadiri Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Kependidikan UNHENA, para dosen, pengurus HIMAHUM, perwakilan alumni, serta mahasiswa baru Program Studi Hukum semester satu.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Kependidikan UNHENA, Dr. Jarot Digdo Ismoyo, S.H., M.H. Dalam sambutannya, ia menyampaikan ucapan selamat datang kepada mahasiswa baru yang telah menjadi bagian dari keluarga besar fakultas. Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Ketua HIMAHUM Periode 2025/2026, Ariana Puku, menyampaikan bahwa pengalaman memimpin organisasi telah mengajarkannya tentang arti kekeluargaan, kekompakan, dan persaudaraan. Ia menilai terlaksananya inagurasi merupakan wujud nyata kebersamaan seluruh mahasiswa Hukum UNHENA.
Dalam sesi pembekalan, dosen Gunawan Hi. Abas, S.I.P., S.H., M.H., menyampaikan materi tentang moral. Ia menegaskan bahwa kecerdasan intelektual harus berjalan seiring dengan moral dan integritas. Menurutnya, menjadi seorang sarjana hukum tidak cukup hanya menguasai teori dan pengetahuan akademik, tetapi juga harus memiliki karakter, etika, serta tanggung jawab dalam memperjuangkan nilai-nilai keadilan. Hal tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk calon sarjana hukum yang berkualitas dan berintegritas.
Materi selanjutnya disampaikan Dr. Jarot Digdo Ismoyo, S.H., M.H., dengan tema “Eksistensi Mahasiswa”. Ia menjelaskan tiga tugas mahasiswa serta pentingnya memanfaatkan masa perkuliahan untuk mengembangkan kapasitas diri. Ia juga mencontohkan perjalanan alumni UNHENA yang telah menyelesaikan pendidikan magister, berkarier sebagai advokat, dan bekerja di berbagai perusahaan sebagai bukti bahwa lulusan UNHENA memiliki kesempatan untuk berkembang dan bersaing. “Rumah kita UNHENA bisa dan mampu bersaing dari kampus mana pun,” tegasnya.
Motivasi juga disampaikan perwakilan alumni, Albri Labaka, S.H., M.H., yang turut mengapresiasi peran dosen dalam membentuk pola pikir, karakter, dan semangat pantang menyerah hingga dirinya mampu menyelesaikan pendidikan Magister Hukum di Yogyakarta. Ia mengingatkan mahasiswa agar membangun budaya literasi sebagai bagian penting dari proses pendidikan hukum. “Menjadi mahasiswa tidak cukup hanya rutinitas, tetapi bangunlah kebiasaan membaca agar kamu bisa memahami dunia dan dirimu sendiri,” pesannya. Sementara itu, mantan Ketua HIMAHUM, Ruben Lokon, membagikan pengalamannya mengenai kedisiplinan dan manajemen organisasi serta mengapresiasi peran dosen yang senantiasa membimbing mahasiswa layaknya keluarga.
Agenda utama kegiatan dilanjutkan dengan pemilihan dan pelantikan pengurus baru HIMAHUM UNHENA melalui musyawarah mufakat. Hasilnya menetapkan Marten Luter Santoso Robo sebagai Ketua, Steward Gumalang sebagai Wakil Ketua, dan Katrin Saul sebagai Bendahara. Kepengurusan baru ini diharapkan mampu memperkuat solidaritas organisasi, meningkatkan kapasitas intelektual mahasiswa, serta mendorong lahirnya generasi hukum yang menjunjung tinggi keadilan dan berani menyuarakan kebenaran.
Rangkaian inagurasi ditutup dengan makan bersama dan berbagai permainan kebersamaan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Melalui kegiatan ini, HIMAHUM UNHENA berharap mahasiswa baru tidak hanya mengenal lingkungan akademik dan organisasi, tetapi juga memahami tanggung jawab sebagai mahasiswa hukum. Nilai etika, integritas, solidaritas, dan keberanian memperjuangkan keadilan diharapkan menjadi prinsip yang terus melekat dalam perjalanan akademik maupun pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. (Chen).















