Berita  

Lokakarya Kaderisasi Nasional GMNI 2026 Hadirkan Sejumlah Tokoh Nasional, Bahas Ideologi, Geopolitik hingga Masa Depan Organisasi

banner 120x600

BANDAR LAMPUNG, MalutHomadebini.id – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menggelar Lokakarya Kaderisasi Nasional Tahun 2026 di Balai Keratun, Kantor Pemerintah Provinsi Lampung, pada 26 Oktober hingga 1 November 2026.

 

Mengusung tema “Ekosistem dan Digitalisasi Kaderisasi: Spirit Institusional Menuju Kemandirian Kaderisasi GMNI”, kegiatan ini diikuti 137 kader delegasi dari DPD dan DPC se- Indonesia. Lokakarya tersebut menjadi ruang konsolidasi pemikiran, penguatan ideologi Marhaenisme, pembaruan sistem kaderisasi, serta perumusan arah kelembagaan GMNI dalam menghadapi tantangan zaman.

 

Rangkaian kegiatan diawali pada Senin (26/10/2026) dengan pembukaan dan Seminar Nasional bertajuk “Berdikari untuk Indonesia Raya: Relevansi Pemikiran Ekonomi Sukarno dalam Agenda Pembangunan Ekonomi Nasional Pemerintahan Prabowo Subianto.” Pada hari pertama, forum menghadirkan Firman Jaya Daeli, Ketua Dewan Pembina Puspolkam Indonesia sekaligus mantan anggota Komisi Politik dan Hukum DPR RI, sebagai narasumber.

 

Memasuki hari kedua, Selasa (27/10/2026), kegiatan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) I bertema ideologi, yaitu “Reaktualisasi Marhaenisme Meneguhkan Orientasi Ideologis Kader di Era Transformasi Digital.” Forum ini menghadirkan Vayire Sitohang dan Salsabila Syaira untuk membahas relevansi ideologi Marhaenisme serta tantangan penguatan orientasi ideologis kader di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial.

 

Pada hari ketiga, Rabu (28/10/2026), peserta mengikuti FGD II dengan tema geopolitik, “Indonesia dalam Rivalitas Global: Tantangan dan Peluang Geopolitik Indonesia dalam Membangun Kekuatan Ekonomi Alternatif.” Diskusi menghadirkan Prof. Dr. Muradi, S.S., M.Si., Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Padjadjaran (Unpad). Pembahasan diarahkan pada dinamika geopolitik global, posisi strategis Indonesia, serta peluang membangun kekuatan ekonomi alternatif di tengah persaingan internasional.

 

Selanjutnya, pada hari keempat, Kamis (29/10/2026), lokakarya memasuki FGD III bertema organisasi dengan topik “GMNI 2045: Merancang Ekosistem Kaderisasi Terintegrasi dan Mendesain Tata Kelola Kelembagaan yang Visioner, Mandiri, dan Berkelanjutan.” Agenda ini menjadi ruang pembahasan mengenai desain kelembagaan, sistem regenerasi, tata kelola organisasi, dan pengembangan kaderisasi jangka panjang.

 

Pada hari kelima, Jumat (30/10/2026), kegiatan menghadirkan Andi Widjajanto, akademisi dan pengamat bidang pertahanan serta politik yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Kabinet Republik Indonesia periode 2014–2015 dan Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) periode 2022–2023. Kehadirannya memberikan ruang pengayaan perspektif mengenai dinamika strategis nasional, pertahanan, dan tantangan kebangsaan dalam konteks perubahan global.

 

Sebagai pemateri terakhir dalam rangkaian Lokakarya Kaderisasi Nasional GMNI 2026 diisi oleh Sekretaris Jendral PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto. Kehadirannya menjadi bagian dari repsentatif senior untuk memetakan Geopolitik GMNI, khususnya dalam memahami dinamika politik nasional, kepemimpinan, serta relevansi pemikiran ideologis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Materi yang disampaikan diharapkan dapat memperkuat wawasan kader dalam membangun kesadaran politik, menjaga konsistensi ideologi Marhaenisme, dan mengembangkan peran strategis gerakan mahasiswa dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.

 

Rangkaian lokakarya kemudian dilanjutkan pada Sabtu (31/10/2026) melalui Sidang Komisi Silabus Kaderisasi dan Sidang Komisi Silabus Training of Trainers (ToT) dan Silabus Kesarinahan, selain itu GMNI juga melinceng GMNI Universe dalam menata pengelolaan GMNI diera digitalisasi. Seluruh agenda tersebut diarahkan untuk merumuskan hasil pembahasan menjadi rekomendasi dan rancangan penguatan sistem kaderisasi GMNI secara lebih terstruktur.

 

Melalui lokakarya nasional ini, GMNI diharapkan mampu menghasilkan rumusan kaderisasi yang tidak hanya kuat secara ideologis, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi, memiliki kapasitas intelektual, serta ditopang tata kelola organisasi yang mandiri dan berkelanjutan. Dengan demikian, semangat Marhaenisme tetap menjadi landasan perjuangan kader dalam menjawab persoalan rakyat, bangsa, dan negara. (Red/chen).

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *