Berita  

Piet Hein Babua Wakili Kepala Daerah se-Maluku Utara, Promosikan Potensi Investasi Halmahera Utara di NMIBF 2026

banner 120x600

TERNATE, MalutHomadebini.id – Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, M.Si., dipercaya mewakili para bupati dan wali kota se-Provinsi Maluku Utara sebagai pembicara dalam North Moluccas Investment Business Forum (NMIBF) 2026 yang berlangsung di Hotel Bella Ternate, Kamis (29/10/2026). Dalam forum tersebut, Bupati Piet memaparkan potensi unggulan dan peluang investasi strategis Kabupaten Halmahera Utara kepada para pemangku kepentingan dan calon investor.

 

Forum yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) ini menjadi wadah untuk mempertemukan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan calon investor guna membahas peluang penanaman modal serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe.

 

Dalam pemaparannya, Bupati Piet Hein Babua menguraikan sejumlah sektor potensial yang terbuka bagi investasi di Halmahera Utara, meliputi hilirisasi kelapa dan pala, perikanan, pariwisata, industri pengolahan berbasis sumber daya lokal, pertambangan rakyat, serta pengembangan kawasan TOMOMA yang mencakup Tobelo, Morotai, dan Maba. Berbagai potensi tersebut dinilai dapat menjadi peluang pengembangan usaha sekaligus memperkuat kontribusi sektor produktif terhadap perekonomian daerah.

 

Bupati Piet menekankan pentingnya hilirisasi komoditas unggulan, khususnya kelapa dan pala, agar sumber daya lokal tidak hanya dipasarkan sebagai bahan mentah, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai tambah. Pengembangan industri pengolahan diharapkan dapat memperluas akses pasar, meningkatkan pendapatan petani, menciptakan lapangan kerja, serta membuka kesempatan usaha baru bagi masyarakat Halmahera Utara.

 

Menurut arah pengembangan yang dipaparkan, hilirisasi perlu ditopang oleh ekosistem investasi yang terintegrasi, mulai dari petani dan pelaku usaha, industri pengolahan, infrastruktur dan sistem logistik, hingga jaringan pemasaran untuk pasar domestik maupun ekspor. Keterpaduan tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing komoditas unggulan sekaligus menciptakan rantai ekonomi yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

 

Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara berharap investasi yang masuk tidak hanya berorientasi pada besarnya modal, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap pembangunan daerah. Manfaat tersebut antara lain penguatan usaha lokal, peningkatan kesempatan kerja, pengembangan industri berbasis potensi daerah, serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan investor menjadi salah satu aspek penting dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif.

 

Keikutsertaan Bupati Piet Hein Babua dalam NMIBF 2026, sekaligus mewakili kepala daerah kabupaten dan kota se-Maluku Utara, menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi Halmahera Utara dan memperkuat jejaring kerja sama investasi di tingkat regional maupun nasional. Upaya tersebut sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Halmahera Utara, yakni Halmahera Utara SETARA (Sehat, Terdidik, Aman, Berbudaya, dan Sejahtera). Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Halmahera Utara, Alfinansius Tenga, serta Kepala Bagian Pemerintahan Kabupaten Halmahera Utara, Oscar Bertho Mene. (Chen).

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *