WASEK KONI HALMAHERA UTARA: JANGAN JADIKAN TUAN RUMAH SEBAGAI KAMBING HITAM ATAS KEGAGALAN PANITIA BESAR

banner 120x600

Tobelo – Pernyataan Ketua Panitia Besar PORPROV V Maluku Utara Tahun 2026 Makmur Gamgulu yang menyebut Kabupaten Halmahera Utara sebagai “salah pilih tuan rumah” merupakan pernyataan yang tidak berdasar, tidak bertanggung jawab, dan mencerminkan kegagalan memahami tugas serta tanggung jawab yang melekat pada posisi Ketua Panitia Besar.

Kami menilai pernyataan tersebut sangat disayangkan karena disampaikan oleh seorang pejabat yang seharusnya memahami secara utuh struktur kerja, pembagian kewenangan, dan tanggung jawab penyelenggaraan PORPROV. Alih-alih melakukan evaluasi terhadap kinerja Panitia Besar, yang terjadi justru upaya melempar kesalahan kepada daerah tuan rumah.

Publik perlu mengetahui bahwa berbagai keluhan yang muncul dari kontingen, khususnya terkait akomodasi, penginapan, dan transportasi atlet, merupakan bagian dari tanggung jawab Panitia Besar sebagaimana diatur dalam nota kesepahaman dan pembagian tugas penyelenggaraan PORPROV. Oleh karena itu, sangat tidak masuk akal apabila persoalan yang menjadi tanggung jawab Panitia Besar justru dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa Halmahera Utara adalah pilihan yang salah sebagai tuan rumah.

Pernyataan tersebut menunjukkan adanya kekeliruan mendasar dalam memahami manajemen penyelenggaraan kegiatan olahraga. Dalam prinsip tata kelola organisasi yang baik, seorang pemimpin bertanggung jawab atas bidang yang berada di bawah koordinasinya. Ketika muncul masalah, yang dibutuhkan adalah kepemimpinan, solusi, dan tanggung jawab. Bukan mencari pihak lain untuk dipersalahkan.

Jika hari ini terjadi persoalan akomodasi dan transportasi, maka pertanyaan yang patut diajukan publik adalah: sejauh mana Panitia Besar telah menjalankan tugas dan tanggung jawabnya? Apa langkah antisipasi yang telah dilakukan? Mengapa persoalan tersebut tidak diselesaikan sejak awal? Pertanyaan-pertanyaan ini jauh lebih relevan dibandingkan upaya membangun opini bahwa tuan rumah adalah sumber persoalan.

Kami juga mempertanyakan konsistensi pernyataan tersebut. Kabupaten Halmahera Utara tidak pernah menunjuk dirinya sendiri sebagai tuan rumah PORPROV. Penetapan tuan rumah dilakukan melalui mekanisme organisasi yang melibatkan KONI Provinsi Maluku Utara dan berbagai pihak terkait. Jika sekarang Ketua Panitia Besar mengatakan bahwa penunjukan Halmahera Utara adalah sebuah kesalahan, maka sesungguhnya yang sedang dipersoalkan adalah keputusan yang lahir dari organisasinya sendiri.

Lebih ironis lagi, pernyataan tersebut disampaikan di tengah kerja keras Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, KONI Halmahera Utara, masyarakat, relawan, aparat keamanan, tenaga kesehatan, dan seluruh elemen daerah yang selama berbulan-bulan bekerja tanpa mengenal lelah demi menyukseskan PORPROV V Maluku Utara. Ribuan atlet dan ofisial telah disambut dengan semangat persaudaraan dan komitmen untuk menjadikan PORPROV sebagai pesta olahraga seluruh masyarakat Maluku Utara.

Kami menilai pernyataan tersebut tidak hanya melukai perasaan masyarakat Halmahera Utara, tetapi juga berpotensi merusak semangat kebersamaan yang selama ini dibangun bersama. Seorang pemimpin seharusnya menjadi bagian dari solusi, bukan menjadi sumber polemik baru yang memperkeruh suasana.

Karena itu, kami meminta Ketua Panitia Besar untuk tidak membangun narasi yang menyesatkan publik dan tidak menjadikan Halmahera Utara sebagai kambing hitam atas berbagai persoalan yang terjadi. Masyarakat Maluku Utara berhak mendapatkan informasi yang objektif dan berdasarkan fakta, bukan pernyataan yang lahir dari upaya mengalihkan tanggung jawab.

PORPROV V Maluku Utara adalah momentum persatuan, bukan arena saling menyalahkan. Yang dibutuhkan saat ini adalah keberanian untuk bertanggung jawab, melakukan evaluasi secara jujur, dan bekerja sama menyelesaikan persoalan yang ada. Sebab sejarah tidak akan mencatat siapa yang paling banyak mencari alasan, tetapi akan mencatat siapa yang berani mengambil tanggung jawab ketika menghadapi persoalan.

Halmahera Utara telah menjalankan amanah sebagai tuan rumah dengan penuh dedikasi. Oleh karena itu, kami menolak segala bentuk upaya yang mencoba membelokkan fakta dan menjadikan daerah ini sebagai sasaran tudingan atas kelemahan yang sesungguhnya berada di luar kewenangan tuan rumah, (tutup Angki)

WASEK KONI Halmahera Utara menegaskan: jangan jadikan tuan rumah sebagai kambing hitam untuk menutupi kegagalan Panitia Besar dalam menjalankan tanggung jawabnya. (Red).

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *