MAKASSAR — Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara (Halut) memperkuat kemitraan strategis dengan dunia perguruan tinggi melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Program Tri Dharma Perguruan Tinggi bersama Universitas Bosowa (Unibos), Selasa (15/9), di Ballroom Graha Pena Lantai 1. MoU ditandatangani langsung oleh Bupati Halmahera Utara Dr. Piet Hein Babua, M.Si. dan Rektor Universitas Bosowa Prof. Dr. Ir. Batara Surya, S.T., M.Si.
Bupati Piet Hein Babua menegaskan, penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) merupakan fondasi penting untuk menjawab kompleksitas tantangan pembangunan daerah. Menurutnya, pemerintah daerah membutuhkan aparatur yang memiliki kompetensi kuat, terutama dalam perencanaan dan perumusan kebijakan pembangunan. “Bagaimana kita membangun daerah dengan sejumlah tantangan, tentunya kita butuh aparatur yang berkualitas. Karena itu kami mencoba bekerja sama dengan teman-teman yang ada di Universitas Bosowa,” ujar Bupati.
Melalui kerja sama ini, Pemkab Halut dan Unibos membuka berbagai ruang pengembangan kapasitas aparatur. Salah satu program yang disiapkan adalah pengembangan pendidikan S2 dan S3 bagi ASN, baik PNS maupun PPPK, melalui Program Pascasarjana Universitas Bosowa. Kolaborasi juga mencakup penelitian bersama, pengabdian kepada masyarakat, penyediaan narasumber ahli, pertukaran data dan informasi ilmiah, publikasi, serta penerbitan karya ilmiah.
Rektor Universitas Bosowa Prof. Batara Surya menyampaikan bahwa kualitas SDM menjadi faktor penting dalam menopang pembangunan berkelanjutan. Karena itu, Unibos siap memberikan dukungan akademik dan keilmuan sesuai kebutuhan pembangunan Halmahera Utara. Penandatanganan MoU turut dihadiri jajaran pimpinan Universitas Bosowa, Bosowa Education, serta sejumlah pimpinan OPD Pemkab Halut dan dilanjutkan dengan sosialisasi Program Pascasarjana Unibos bagi ASN Halut.
Kesepakatan yang berlaku selama lima tahun tersebut diharapkan menjadi langkah konkret untuk meningkatkan kapasitas aparatur sekaligus memperluas kontribusi perguruan tinggi dalam pembangunan daerah. Bagi Halmahera Utara, penguatan SDM bukan sekadar program pendidikan, tetapi investasi jangka panjang untuk menghadirkan aparatur yang kompeten, kebijakan yang lebih berkualitas, dan pembangunan yang semakin maju, kompetitif, serta berkelanjutan. (Red).















