Lomba Cakalele dan Tide-Tide Meriahkan HUT ke-23 Halmahera Utara, Pemda Tegaskan Komitmen Lestarikan Budaya Hibualamo

banner 120x600

Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara terus memperkuat komitmennya dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah melalui penyelenggaraan lomba tarian tradisional Cakalele dan Tide-Tide tingkat Sekolah Dasar (SD), yang resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Halmahera Utara, E. J. Papilaya, mewakili Bupati, di halaman Kantor Bupati, Jumat (22/05/2026).

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Halmahera Utara tersebut berlangsung meriah dan sarat nuansa budaya. Pembukaan acara ditandai dengan pemukulan alat musik tradisional tifa oleh Sekda Papilaya, disaksikan para peserta, guru pendamping, dewan juri, serta jajaran pejabat daerah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Halmahera Utara, Hertje Manuel, Kabag Umum Setda Markus Aurmatin, serta tim penabuh tifa yang didatangkan khusus dari Desa Kakara.

Dalam sambutannya, Sekda Papilaya menegaskan pentingnya menanamkan kecintaan terhadap budaya Hibualamo sejak usia dini. Menurutnya, pengenalan seni dan tradisi daerah di lingkungan sekolah menjadi langkah strategis dalam menjaga identitas budaya di tengah perkembangan zaman.

“Kita harus bangga lahir dan dibesarkan dalam budaya Hibualamo. Jika anak-anak sejak dini telah diperkenalkan dengan tarian adat seperti ini, maka nilai-nilai budaya akan terus melekat dalam kehidupan mereka,” ujar Papilaya.

Ia menambahkan, budaya Halmahera Utara saat ini tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga telah mendapat perhatian di level nasional hingga internasional. Karena itu, upaya pelestarian budaya harus terus dilakukan secara berkelanjutan.

“Dunia sudah mengenal Tobelo dan budaya kita melalui berbagai kegiatan adat maupun event nasional seperti Kongres AMAN. Ini menjadi tanggung jawab bersama untuk terus menjaga dan melestarikannya,” katanya.

Sekda juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh kepala sekolah dan guru yang terus aktif membina serta mendorong siswa untuk terlibat dalam kegiatan seni budaya daerah.

“Terima kasih kepada para guru dan sekolah yang terus mendukung para siswa tampil dalam kegiatan budaya. Ini merupakan langkah penting agar warisan leluhur tetap hidup dan tidak tergerus oleh perkembangan zaman,” tambahnya.

Di akhir sambutannya, Papilaya mengajak seluruh peserta lomba untuk menjunjung tinggi sportivitas dan menjadikan ajang tersebut sebagai momentum memperkuat rasa percaya diri sekaligus kecintaan terhadap budaya daerah.

Menurutnya, keberanian tampil untuk melestarikan budaya merupakan sebuah kebanggaan dan kemenangan tersendiri bagi generasi muda Halmahera Utara. (Red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *