Kepedulian dan semangat kemanusiaan kembali ditunjukkan oleh masyarakat Halmahera Utara dalam operasi pencarian korban erupsi Gunung Dukono. Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, M.Si memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Regu 01 relawan evakuasi korban yang dinilai memiliki keberanian, solidaritas, dan dedikasi luar biasa di tengah kondisi medan ekstrem serta aktivitas vulkanik yang masih berlangsung.
Regu 01 yang dikenal dengan semangat AKAMSI (Anak Kampung Mamuya) dipimpin Ketua Tim Unyil Laaji bersama Sharil Basir alias Koces dan sekitar 21 relawan lainnya. Bersama unsur BPBD Kabupaten Halmahera Utara, TNI–Polri, Tim SAR, Tim NHM, serta dukungan penuh seluruh masyarakat Mamuya, mereka menjadi kelompok pertama yang berhasil menembus jalur menuju lokasi korban.
Di tengah keterbatasan logistik dan cuaca yang tidak menentu, para relawan bertahan selama satu malam satu hari di kawasan Gunung Dukono. Dengan semangat kemanusiaan yang tinggi, mereka tetap melanjutkan proses pencarian meski hanya berbekal satu buah roti selama operasi berlangsung.
Dalam operasi tersebut, Regu 01 bersama seluruh unsur gabungan tercatat sebagai tim pertama yang berhasil mencapai titik pencarian korban di tengah situasi berbahaya akibat meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Dukono.
Keberanian dan ketangguhan Sharil Basir (Koces) saat menghadapi medan ekstrem bahkan membuat dirinya dijuluki “Panglima Tempur” oleh rekan-rekan relawan dalam operasi kemanusiaan tersebut.
Bupati Halmahera Utara menilai pengorbanan dan ketulusan seluruh relawan merupakan bentuk nyata solidaritas kemanusiaan yang patut mendapat penghormatan dari seluruh masyarakat Halmahera Utara, khususnya masyarakat Mamuya yang turut memberikan dukungan penuh selama proses pencarian dan evakuasi korban berlangsung.
Dalam proses pencarian, korban atas nama Angel berhasil ditemukan oleh tim relawan gabungan Regu 01 bersama seluruh unsur penyelamat yang terlibat dalam operasi kemanusiaan tersebut. Sementara sosok pertama yang memegang jasad korban diketahui adalah Jabir Abdul dari tim Regu 01.
“Pemerintah Daerah memberikan penghargaan dan apresiasi kepada seluruh relawan, BPBD, TNI–Polri, Tim SAR, Tim NHM, dan seluruh masyarakat Mamuya yang telah mempertaruhkan tenaga, keselamatan, dan kemanusiaan dalam proses pencarian dan evakuasi korban erupsi Gunung Dukono. Semangat gotong royong dan keberanian mereka menjadi kebanggaan bagi Halmahera Utara,” ujar Bupati.
Adapun relawan yang tergabung dalam Regu 01 evakuasi korban antara lain:
• Ketua Tim Unyil Laaji
• Sharil Basir (Koces)
• Angko Katuju
• Jabir Abdul
• Kiril
• Rustamin
• Riswanto Kotabajo
• Husni Marsaoly
• Andu Diadi
• Hambali Diadi
• Sufran Tou
• Dede Laaji
• Samsul Barasaja
• Mursal Lutnan
• Ariyanto
• Sababil
• Ashari Gogasa
• Wadi Katuju ( POLRI)
• Seidt Tala (TNI AD)
• Hardi Diadi
• Yuda Serang
serta relawan lainnya yang turut terlibat dalam operasi kemanusiaan tersebut.
AKAMSI bukan sekadar nama. AKAMSI adalah bukti bahwa anak-anak Kampung Mamuya dan seluruh masyarakatnya selalu hadir di garis terdepan ketika daerah dan kemanusiaan membutuhkan. (Red)















