Berita  

Bupati Halut Piet Hein Babua turun langsung, mediasi persoalan akses jalan di Igobula

banner 120x600

HALMAHERA UTARA — Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua, turun langsung ke Desa Igobula, Kecamatan Galela Selatan, untuk memimpin mediasi terkait persoalan pemalangan akses jalan lintas Galela–Tobelo, Senin (26/10/2026). Mediasi ini dilakukan bersama unsur TNI-Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta tokoh masyarakat guna mencari penyelesaian secara damai dan menjaga situasi keamanan tetap kondusif.

 

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 10.10 WIT tersebut turut dihadiri Dandim 1508/Tobelo Letkol Kav. Ramdhani Akbar, Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlichson Pasaribu, S.H., S.I.K., Camat Galela Selatan Arif Rizaldi, Camat Galela Barat Abdul Wadud Sow, Kepala Desa Igobula Hairun Dangkelo, serta sekitar 50 warga dan tokoh masyarakat.

 

Dalam pertemuan tersebut, Dandim 1508/Tobelo menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan keluarga korban terkait perkembangan persoalan yang terjadi. Ia menyampaikan bahwa aparat TNI-Polri berupaya menjaga keamanan sekaligus memastikan akses jalan dapat kembali digunakan masyarakat. Koordinasi dan komunikasi dengan berbagai pihak dinilai penting agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

 

Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlichson Pasaribu menegaskan bahwa penanganan kasus pembacokan yang terjadi di kawasan Kilometer 19 perlu diserahkan kepada aparat kepolisian sesuai prosedur hukum. Ia mengajak masyarakat untuk membantu memberikan informasi yang dibutuhkan dalam proses penyelidikan serta menghindari tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban umum.

 

Sementara itu, Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan dialog, menjaga komunikasi, dan tidak mengambil langkah sepihak yang dapat merugikan masyarakat luas. Ia juga meminta pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan tokoh masyarakat berperan aktif membangun suasana yang aman serta memberikan pemahaman kepada generasi muda agar tetap bijaksana dalam menyikapi persoalan. Menurutnya, setiap permasalahan perlu diselesaikan melalui mekanisme yang tepat dengan tetap menghormati proses hukum.

 

Dalam mediasi tersebut, Riko Salim turut menyampaikan pandangannya mengenai persoalan pembukaan dan pemalangan akses jalan serta situasi keamanan yang dirasakannya setelah kejadian pembacokan di Kilometer 19. Tokoh masyarakat Desa Igobula, Abidin Manyila, mengajak masyarakat, khususnya kalangan pemuda, untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh situasi yang berkembang. Sementara itu, Haji Jarnayu Wadud, selaku kakek korban, meminta agar masyarakat menghormati proses penanganan perkara yang telah dipercayakan kepada kepolisian.

 

Mediasi berakhir pada pukul 12.00 WIT dalam keadaan aman dan lancar. Melalui pertemuan ini, pemerintah daerah bersama unsur TNI-Polri berharap komunikasi antarpihak terus terjaga, akses jalan dapat dimanfaatkan kembali secara normal, dan penanganan kasus berjalan sesuai ketentuan hukum. Seluruh masyarakat juga diharapkan bersama-sama menjaga persaudaraan serta menciptakan suasana yang aman dan kondusif di wilayah Halmahera Utara.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *