Berita  

WABUP KASMAN BUKA FGD KERJA SAMA TIGA KABUPATEN, DORONG SENTRA EKONOMI BIRU-HIJAU DI MALUKU UTARA

banner 120x600

MalutHomadebini.id-, Wakil Bupati Halmahera Utara, Dr. Kasman Hi. Ahmad, S.Ag., M.Pd., membuka Focus Group Discussion (FGD) kerja sama antardaerah yang melibatkan Kabupaten Halmahera Utara, Halmahera Timur, dan Pulau Morotai sebagai langkah strategis mendorong terbentuknya sentra pertumbuhan baru berbasis ekonomi biru dan ekonomi hijau di Provinsi Maluku Utara.

Kegiatan berlangsung di Ruang Meeting Hotel Grandland, Desa Gura, Kecamatan Tobelo, Senin (7/9/2026), dengan dihadiri sekitar 150 peserta dari unsur pemerintah daerah, Forkopimda, DPRD, aparat penegak hukum, camat, pimpinan OPD, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan, Kasman menegaskan bahwa FGD menjadi momentum penting untuk menyatukan gagasan dan menyamakan persepsi dalam mengembangkan potensi ketiga wilayah secara terpadu dan berkelanjutan.

Kasman mengatakan, Halmahera Utara, Halmahera Timur, dan Pulau Morotai memiliki potensi sumber daya alam yang besar, khususnya sektor kelautan dan perikanan, pertanian, perkebunan, pariwisata, kehutanan, serta sektor ekonomi lainnya.

Menurutnya, potensi tersebut akan memberikan manfaat yang lebih besar apabila dikembangkan melalui kolaborasi antardaerah.

Ia berharap kerja sama tiga kabupaten tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi dapat menghasilkan program konkret dan terukur, termasuk penguatan UMKM, hilirisasi produk unggulan daerah, pengembangan kelautan dan perikanan berkelanjutan, pariwisata, energi terbarukan, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Kasman juga menekankan pentingnya menempatkan masyarakat sebagai bagian utama dalam pembangunan. Pengembangan ekonomi, katanya, harus tetap memperhatikan kelestarian lingkungan serta hak dan kepentingan masyarakat lokal.

“Kerja sama ini harus mampu saling melengkapi dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Kita perlu menciptakan kebijakan yang mendorong investasi, tetapi tetap menjaga kelestarian lingkungan dan hak-hak masyarakat,” tegasnya.

Ia berharap kolaborasi Halmahera Utara, Halmahera Timur, dan Pulau Morotai dapat menjadi salah satu model kerja sama pembangunan di Maluku Utara yang mampu memperkuat konektivitas, membuka peluang investasi, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan dialog untuk menghimpun gagasan, data, potensi, kendala, serta rekomendasi yang dapat menjadi dasar tindak lanjut kerja sama antardaerah. (Chen)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *