MalutHomadebini.id-, Momentum ulang tahun ke-56 Wakil Bupati Halmahera Utara, Dr. Kasman Haji Ahmad, S.Ag., M.Pd., dirangkai dengan peluncuran buku ke-10 berjudul “Sekolah Rumah Pendidikan”, melalui kegiatan bincang buku yang digelar bersama ICMI, akademisi, esais dan sejumlah tokoh daerah.
Kegiatan berlangsung Sabtu, 5 September 2026, pukul 20.00 WIT hingga selesai, bertempat di Pendopo Rumah Dinas Wakil Bupati Halmahera Utara.
Ketua ICMI Halmahera Utara, Eka Putra, S.S., K.MP., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas peluncuran buku tersebut. Ia menilai karya Kasman menjadi bagian penting dalam mendorong budaya literasi sekaligus menghadirkan gagasan bagi pembangunan daerah, khususnya di bidang pendidikan.
Eka Putra juga menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-56 kepada Kasman, seraya berharap di usia tersebut Wakil Bupati Halmahera Utara senantiasa diberikan kesehatan, umur panjang, kesuksesan, serta kekuatan untuk terus mengabdi kepada masyarakat dan daerah.
Dalam sambutannya, Dr. Kasman Haji Ahmad menyampaikan bahwa “Sekolah Rumah Pendidikan” merupakan buku ke-10 yang ditulisnya. Buku tersebut lahir dari refleksi dan kegelisahan terhadap berbagai persoalan pendidikan sekaligus upaya menawarkan gagasan untuk menghadirkan pendidikan yang lebih manusiawi.
Kasman menegaskan bahwa sekolah harus menjadi “rumah kedua” bagi anak-anak. Sekolah tidak boleh hanya dipahami sebagai ruang kelas, meja, kursi dan papan tulis, tetapi harus menjadi ruang yang aman dan nyaman untuk membentuk karakter, membangun solidaritas, mengembangkan potensi, serta mencegah perundungan dan kekerasan.
Ia juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau AI harus ditempatkan sebagai instrumen pendukung, bukan pengganti manusia. Pendidikan harus tetap menempatkan manusia sebagai pusat agar kemajuan teknologi tidak berujung pada dehumanisasi.
Kasman turut mengangkat pemikiran Paulo Freire mengenai banking education, yaitu model pendidikan yang cenderung menempatkan peserta didik sebagai penerima pengetahuan. Sebaliknya, pendidikan harus mendorong anak untuk berpikir, bertanya, berdialog, memahami lingkungan dan mampu mengambil keputusan.
Gagasan tersebut sejalan dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara, bahwa pendidikan bertugas menuntun potensi kodrati anak agar berkembang menjadi manusia yang bertanggung jawab dan mencapai keselamatan serta kebahagiaan.
Dalam sesi Bincang Buku “Sekolah Rumah Pendidikan”, Syarifuddin Usman, Akademisi/Pengurus ICMI Orwil Malut, bertindak sebagai moderator.
Diskusi menghadirkan Asghar Saleh, Esais, dan Dr. Jubhar Mangimbulude, M.Si., Akademisi, sebagai pembahas.
Asghar Saleh menyoroti tantangan perkembangan kecerdasan buatan terhadap masa depan pendidikan. Menurutnya, guru, sekolah dan masyarakat perlu mempersiapkan diri agar teknologi tetap menjadi alat yang dikendalikan manusia, bukan sebaliknya.
Sementara Dr. Jubhar Mangimbulude menekankan pentingnya pendidikan yang tetap berpijak pada nilai kemanusiaan. Menurutnya, teknologi dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi tidak boleh menghilangkan peran manusia. Ia juga menyoroti pentingnya budaya membaca, berpikir kritis dan ruang dialog di sekolah.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Senior Frans Manery, unsur DPRD Halmahera Utara, para Asisten, Staf Ahli, pimpinan OPD, Kepala RSUD Tobelo dr. Janta Bony, akademisi, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, organisasi kepemudaan, serta undangan lainnya.
Melalui buku “Sekolah Rumah Pendidikan”, Kasman mengajak semua pihak merefleksikan kembali tujuan pendidikan. Pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada nilai, peringkat, ijazah dan kelulusan, tetapi harus mampu membentuk manusia yang berkarakter, kritis, bertanggung jawab, berempati dan tetap menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
Pendidikan yang sejati bukan sekadar membuat manusia pintar, tetapi membuat manusia menjadi lebih manusiawi. (Chen)















