Berita  

DOA LINTAS AGAMA DI HALUT, PEMKAB MOHON HUJAN DAN PERLINDUNGAN DARI BENCANA KEBAKARAN

banner 120x600

MalutHomadebini.id-,  Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara menggelar doa bersama lintas agama sebagai ikhtiar spiritual untuk memohon turunnya hujan, keselamatan, kesehatan, kelancaran ketersediaan air, serta perlindungan Tuhan Yang Maha Esa dari berbagai ancaman bencana, khususnya kebakaran hutan dan lahan.

 

Kegiatan tersebut berlangsung pada Minggu malam, 30 Agustus 2026, bertempat di Gedung Poligrend, Desa MKCM, Kecamatan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara. Kegiatan dimulai sekitar pukul 20.25 WIT dan dihadiri sekitar 100 peserta yang terdiri atas unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, instansi vertikal, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta tamu undangan.

 

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Halmahera Utara Dr. Piet Hein Babua, M.Si., Dandim 1508/Tobelo Letkol Kav. Ramdhani Akbar, S.I.P., Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlichson Pasaribu, S.H., S.I.K., Kajari Halmahera Utara Rahmat, S.H., M.H., Ketua DPRD Halmahera Utara Cristina Lesnussa, Sekda Halmahera Utara Drs. E.J. Papilaya, DanSubdenpom XV/1-1 Tobelo Letda Cpm. Irwansyah Kurniawan, S.H., para pimpinan OPD, pimpinan instansi vertikal, serta tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda.

 

Dalam sambutannya, Bupati Halmahera Utara Dr. Piet Hein Babua menyampaikan bahwa kondisi cuaca panas dan kering yang terjadi saat ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Berdasarkan informasi dan prakiraan cuaca yang diterima pemerintah, kondisi tersebut diperkirakan masih berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.

 

Menurut Bupati, kondisi cuaca tersebut tidak hanya berdampak terhadap ketersediaan air dan aktivitas masyarakat, tetapi juga meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

 

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara telah melakukan berbagai langkah antisipasi dengan meningkatkan penyampaian informasi dan imbauan kepada jajaran pemerintah mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa.

 

Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan seluruh unsur dalam menghadapi potensi bencana kebakaran yang dapat terjadi akibat cuaca panas, kondisi lahan yang kering dan angin yang cukup kencang.

 

“Dalam satu minggu terakhir, kita melihat intensitas kebakaran di wilayah Halmahera Utara cukup tinggi. Dalam satu hari bahkan dapat ditemukan sekitar lima sampai delapan titik api di lokasi yang berbeda,” ujar Bupati.

 

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah dan seluruh unsur terkait, terlebih dengan keterbatasan peralatan dan perlengkapan dalam penanganan kebakaran.

 

Untuk itu, pemerintah daerah telah membentuk tim penanganan kebakaran sekaligus memperkuat koordinasi mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa. Namun, Bupati menegaskan bahwa upaya pemerintah tidak akan maksimal tanpa dukungan dan partisipasi aktif masyarakat.

 

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama melakukan pencegahan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai aktivitas yang berpotensi menjadi pemicu kebakaran.

 

Bupati secara khusus mengingatkan masyarakat agar tidak membuang puntung rokok sembarangan, baik di lingkungan kantor, rumah, tempat kerja, kebun maupun di sepanjang jalan.

 

“Hal-hal kecil yang kita anggap sepele dapat menjadi penyebab terjadinya kebakaran, terutama dalam kondisi cuaca yang sangat panas, kering dan disertai angin yang cukup kencang,” katanya.

 

Bupati juga menyampaikan rasa syukur karena hingga saat ini sejumlah kebakaran yang terjadi masih dapat ditangani dan belum meluas ke kawasan permukiman.

 

Namun, ia mengingatkan agar kondisi tersebut tidak membuat masyarakat lengah. Kebakaran yang masuk ke kawasan permukiman, pertokoan maupun wilayah padat penduduk dapat menimbulkan ancaman serius terhadap keselamatan masyarakat serta kerugian material yang besar.

 

Selain ikhtiar nyata melalui kesiapsiagaan dan pencegahan, Bupati mengatakan pemerintah bersama masyarakat juga perlu mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa melalui doa.

 

Atas dasar itu, pemerintah daerah mengundang para tokoh agama, imam, pendeta, pastor serta seluruh umat beragama di Halmahera Utara untuk bersama-sama memanjatkan doa bagi keselamatan, perlindungan dan kesejahteraan masyarakat.

 

Bupati juga menyampaikan bahwa pemerintah sebelumnya telah mengimbau para imam dan pimpinan gereja agar pesan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca panas serta potensi bencana kebakaran turut disampaikan kepada umat dalam setiap kegiatan keagamaan.

 

“Marilah kita bersama-sama berdoa, memohon ampun atas segala kesalahan dan kekurangan kita, memohon rahmat, keselamatan, kesehatan serta perlindungan Tuhan bagi seluruh masyarakat Halmahera Utara,” ajaknya.

 

Ia berharap Tuhan Yang Maha Esa menjauhkan Halmahera Utara dari segala marabahaya dan bencana, termasuk bencana kebakaran, serta memberikan kekuatan dan kebijaksanaan kepada pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi kondisi yang terjadi.

 

Bupati juga berharap hujan segera turun di wilayah Halmahera Utara dalam jumlah yang cukup dan pada waktunya, sehingga dapat menyegarkan tanah, membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat, mengurangi risiko kebakaran serta memberikan kesejukan dan keberkahan bagi seluruh daerah.

 

Menurutnya, doa bersama lintas agama tersebut tidak boleh hanya dipandang sebagai kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, kepedulian dan persatuan seluruh umat beragama di Halmahera Utara.

 

“Mari kita satukan hati dan tekad, bergandengan tangan antara pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh masyarakat untuk menjaga daerah yang kita cintai ini,” ungkapnya.

 

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa lintas agama yang dipimpin oleh perwakilan tokoh agama, yakni pendeta, pastor dan imam. Doa bersama tersebut menjadi simbol persatuan masyarakat Halmahera Utara dalam menghadapi kondisi cuaca panas dan kering serta potensi bencana yang menyertainya.

 

Dalam doa tersebut, seluruh peserta memohon agar Tuhan Yang Maha Esa memberikan hujan yang membawa kehidupan, menyegarkan tanah yang kering, memulihkan sumber-sumber air, melindungi masyarakat dari kebakaran dan berbagai bencana, serta memberikan keselamatan bagi seluruh masyarakat Halmahera Utara.

 

Doa bersama juga menjadi momentum untuk mengingatkan bahwa menghadapi kondisi cuaca ekstrem membutuhkan perpaduan antara doa dan ikhtiar nyata. Masyarakat diharapkan tetap menjaga lingkungan, tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.

 

Kegiatan berakhir sekitar pukul 21.15 WIT dalam keadaan aman, tertib dan lancar.

 

Melalui doa bersama lintas agama tersebut, Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara berharap seluruh elemen masyarakat terus memperkuat semangat gotong royong, meningkatkan kewaspadaan dan menjaga lingkungan secara bersama-sama.

 

Pemerintah dan masyarakat diharapkan terus menggabungkan ikhtiar nyata, kepedulian terhadap lingkungan dan doa, sehingga Kabupaten Halmahera Utara senantiasa berada dalam perlindungan Tuhan Yang Maha Esa, dijauhkan dari bencana kebakaran dan berbagai marabahaya lainnya, serta diberikan hujan yang membawa kesejukan, keberkahan dan keselamatan bagi seluruh masyarakat.(Red/chen)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *