MalutHomadebini.id – Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos menghadiri dan meninjau langsung pelaksanaan Sidang Sinode Istimewa Bersama (SSIB) GMIH Tahun 2026 di Gereja Pusat GMIH Jemaat Imanuel Gamsungi, Kecamatan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, Jumat (24/7/2026). Kehadiran Gubernur menjadi bentuk dukungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara terhadap proses penyatuan Gereja Masehi Injili di Halmahera (GMIH) yang tengah berlangsung.
Setibanya di lokasi persidangan sekitar pukul 11.30 WIT, Gubernur Sherly disambut Bupati Halmahera Utara Dr. Piet Hein Babua, M.Si, Bupati Halmahera Barat James Uang, Dandim 1508/Tobelo Letkol Kav Ramdhani Akbar, S.I.P, Wakapolres Halmahera Utara Kompol Saiful Egal, Ketua Sinode GMIH Jalan Kemakmuran Pdt. Dr. Demianus Ice, M.Th, Ketua Sinode GMIH Pusat Pelayanan WKO Pdt. Anselmus Puasa, M.Th, Sekretaris Daerah Halmahera Utara Drs. E.J. Papilaya, M.TP, serta 1.453 peserta Sidang Sinode Istimewa Bersama dan para tamu undangan.
Dalam sambutannya, Gubernur Sherly mengajak seluruh peserta sidang untuk merenungkan kembali alasan Tuhan mengizinkan GMIH lahir pada 6 Juni 1949. Menurutnya, GMIH tidak didirikan untuk membangun organisasi semata atau membuktikan siapa yang paling benar, melainkan sebagai wadah pelayanan untuk menghadirkan kasih Allah kepada dunia.
“GMIH hadir karena panggilan Tuhan untuk menyebarkan kasih-Nya. Para pendahulu memilih bersatu dan berjalan bersama agar pelayanan gereja dilakukan dalam semangat kebersamaan. Karena itu, mari kita terus mengutamakan kasih daripada perbedaan,” ujar Sherly.
Ia menjelaskan bahwa kata Sinode berasal dari bahasa Yunani, yakni syn yang berarti bersama dan hodos yang berarti berjalan. Makna tersebut, kata Sherly, menjadi pengingat bahwa seluruh warga GMIH dipanggil untuk berjalan bersama menuju satu tujuan, yakni melaksanakan kehendak Tuhan.
Mengutip Efesus 4, Gubernur menegaskan bahwa gereja adalah satu tubuh dan satu Roh yang harus terus memelihara kesatuan dalam ikatan damai sejahtera. Menurutnya, masa lalu hendaknya dijadikan pelajaran, sementara masa depan ditentukan melalui keputusan-keputusan yang mengedepankan kasih, kerendahan hati, dan semangat rekonsiliasi.
“Saya hadir bukan hanya sebagai Gubernur Maluku Utara, tetapi juga sebagai saudara seiman yang memiliki harapan besar kepada GMIH. Gereja yang sehat akan melahirkan masyarakat yang sehat, dan gereja yang bersatu akan memberikan dampak yang baik bagi kehidupan masyarakat,” ungkapnya.
Sherly juga mengingatkan bahwa tugas gereja bukan untuk memenangkan perdebatan, melainkan memenangkan jiwa-jiwa agar semakin banyak orang merasakan kasih Kristus. Karena itu, setiap keputusan yang diambil dalam Sidang Sinode Istimewa Bersama harus selalu diuji dengan satu pertanyaan, yakni apakah keputusan tersebut semakin mendekatkan GMIH kepada panggilan Tuhan ketika gereja itu didirikan.
“Sidang ini bukan tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah, tetapi tentang bagaimana setiap keputusan membawa GMIH semakin dekat kepada kehendak Tuhan,” tegasnya.
Ia berharap Sidang Sinode Istimewa Bersama dapat menghasilkan gereja yang semakin kuat, mampu membentuk generasi muda yang berkarakter, serta tetap setia pada tujuan awal GMIH, yaitu menyebarkan kasih Tuhan melalui sikap saling mengampuni, rendah hati, dan hidup dalam damai.
Menutup sambutannya, Gubernur mengajak seluruh keluarga besar GMIH untuk terus menjaga persaudaraan dan mengedepankan semangat kebersamaan.
“Mari kita terus baku bae, baku jaga, memelihara persaudaraan, dan mengutamakan kasih daripada perbedaan. Sebab yang terpenting bukanlah siapa yang benar atau salah, melainkan bagaimana kita bersama-sama menjadi alat Tuhan untuk menghadirkan kasih dan memuliakan nama-Nya,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Tim Penyatuan GMIH Pdt. Dr. Demianus Ice, M.Th menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Gubernur Maluku Utara atas komitmennya menghadiri Sidang Sinode Istimewa Bersama. Menurutnya, kehadiran Gubernur memberikan semangat, harapan, dan kesejukan bagi seluruh peserta persidangan.
Sebagai bentuk penghormatan, panitia menyerahkan cenderamata berupa Parang dan Salawaku, simbol budaya Maluku yang melambangkan keberanian, keteguhan, serta perlindungan terhadap persatuan gereja. Pada kesempatan itu, Gubernur Sherly juga menandatangani prasasti peresmian Gedung Gereja Pusat GMIH Jemaat Imanuel Gamsungi, dilanjutkan dengan foto bersama dan jamuan kasih.
Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar hingga selesai pada pukul 13.10 WIT. Seluruh rangkaian acara mendapat pengamanan dari personel TNI, Polri, dan Satpol PP Kabupaten Halmahera Utara. Usai menghadiri SSIB, Gubernur Maluku Utara bersama Bupati Halmahera Utara, Forkopimda, dan Sekretaris Daerah melanjutkan kunjungan kerja ke Sekolah Rakyat di Desa Kukumutu, Kecamatan Kao.
(Red).















