TOBELO— Universitas Khairun Ternate dan Universitas Hein Namotemo menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) sebagai langkah awal penguatan kerja sama antar perguruan tinggi di Maluku Utara.
Penandatanganan dilakukan pada Jumat, 3 Juli 2026 di Kampus Universitas Hein Namotemo.
MoU ditandatangani langsung oleh Rektor Universitas Khairun Ternate, Prof. Dr. Abdullah W. Jabid, SE., MM dan Rektor Universitas Hein Namotemo, Dr. Hendriane Namotemo, SE., M.M.
Kegiatan diawali dengan sambutan Rektor UNKHAIR, Prof. Abdullah. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa UNKHAIR sangat terbuka untuk berkolaborasi dalam pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Sebagai Universitas Negeri tertua di Maluku Utara, kami melihat Perguruan Tinggi Swasta di Maluku Utara sebagai mitra strategis untuk bersinergi dan berkembang bersama. UNKHAIR memiliki berbagai potensi baik SDM maupun sumber daya lainnya yang dapat saling mendukung dengan perguruan tinggi lain di Maluku Utara,” ujarnya.
Prof. Abdullah menegaskan, di tengah perkembangan saat ini baik di Maluku Utara maupun dalam lingkup perguruan tinggi secara nasional, kolaborasi bukan lagi pilihan tetapi sudah menjadi kewajiban bagi perguruan tinggi.
Sementara itu, Rektor UNHENA Dr. Hendriane Namotemo menyampaikan rasa gembira menerima kunjungan Rektor UNKHAIR beserta jajaran di kampus UNHENA.
“Kunjungan ini seperti gayung bersambut terhadap kunjungan awal saya ke UNKHAIR beberapa waktu lalu dalam rangka meminta kesediaan untuk bekerja sama, dan disambut positif oleh pimpinan UNKHAIR,” ungkap Hendriane.
Menurutnya, keinginan bekerja sama dengan UNKHAIR didasari kesadaran bahwa UNKHAIR sebagai perguruan tinggi tertua dapat menjadi “kakak asuh” bagi perguruan tinggi swasta yang sedang berkembang seperti UNHENA.
“Unkhair memiliki potensi besar dalam berbagai bidang, termasuk rekam jejak, pengalaman kelembagaan, SDM dan sumber daya lainnya yang dapat memberi sinergi terhadap kampus berkembang seperti UNHENA. Apalagi dengan potensi wilayah yang sama, khususnya Halmahera Utara, maka kepakaran dalam memahami kondisi Maluku Utara banyak dimiliki oleh SDM di UNKHAIR,” jelasnya.
Hadir mendampingi Rektor UNKHAIR, *Wakil Rektor III UNKHAIR* turut menyatakan komitmennya untuk segera menindaklanjuti MoU ini.
“Kami akan segera menurunkan MoU ini dalam bentuk Perjanjian Kerja Sama (PKS) di tingkat Fakultas dan unit lembaga lainnya agar kerja sama dapat segera diimplementasikan,” tegasnya.
Dengan penandatanganan MoU ini, kedua universitas berharap dapat memperkuat kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat demi kemajuan pendidikan tinggi di Maluku Utara.
(tim/red).















