TOBELO – Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara mematangkan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Tahun 2026 dengan mengintegrasikan program kerja mahasiswa ke dalam agenda pembangunan daerah. Sebelum diterjunkan ke lokasi pengabdian, sebanyak 66 mahasiswa mendapat motivasi langsung dari Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua, sementara Sekretaris Daerah Halmahera Utara, Erasmus J. Papilaya, memimpin sinkronisasi program agar pelaksanaan KKN mampu menjawab kebutuhan masyarakat desa.
Kegiatan diawali dengan pertemuan Bupati Piet Hein Babua bersama para mahasiswa di Lobi Kantor Bupati Halmahera Utara, Jumat (3/7/2026). Setelah itu, seluruh peserta mengikuti rapat sinkronisasi program kerja yang dipimpin Sekda Erasmus J. Papilaya di Ruang Meeting FTJ Kantor Bupati.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Piet memberikan motivasi kepada para mahasiswa agar menjadikan KKN bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi sebagai kesempatan belajar dari masyarakat sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi desa tempat mereka mengabdi.
Sementara itu, Sekda Erasmus menegaskan bahwa seluruh program kerja mahasiswa harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan sejalan dengan prioritas pembangunan daerah.
“KKN merupakan ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan sekaligus belajar langsung dari masyarakat. Karena itu, setiap program yang dijalankan harus memiliki manfaat yang jelas, sesuai kebutuhan desa, dan mampu mendukung agenda pembangunan yang sedang dilaksanakan pemerintah daerah,” ujar Erasmus.
Ia menjelaskan, KKN Kolaborasi 2026 diikuti 66 mahasiswa yang terdiri atas 30 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), 20 mahasiswa Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, dan 16 mahasiswa Universitas Halmahera (UNIERA).
Selama satu bulan, para mahasiswa akan ditempatkan di Desa Pale, Mahia, Tanjung Niara, Gamsungi, dan MKCM yang tersebar di Kecamatan Tobelo, Tobelo Tengah, dan Tobelo Selatan.
Menurut Erasmus, keberhasilan KKN tidak diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi dari kemampuan mahasiswa mendengar aspirasi masyarakat sebelum merancang dan menjalankan program kerja.
“Saya berharap mahasiswa tidak hanya datang menjalankan program yang telah disusun dari kampus, tetapi juga mampu mendengar aspirasi masyarakat selama berada di desa. Dari proses itu akan lahir gagasan dan inovasi yang benar-benar relevan sehingga program yang dijalankan dapat menjawab kebutuhan warga,” katanya.
Dalam rapat tersebut, mahasiswa juga menerima pemaparan mengenai berbagai program prioritas Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, mulai dari pemberdayaan masyarakat desa, ketahanan pangan, peningkatan kualitas pendidikan, pengelolaan lingkungan hidup, pengembangan sektor kelautan dan perikanan, hingga penguatan UMKM dan koperasi.
Sekda berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi terus menghasilkan program pengabdian yang terarah, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Pelaksanaan KKN Kolaborasi 2026 merupakan tahun keempat kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara dengan Universitas Gadjah Mada, Universitas Khairun Ternate, dan Universitas Halmahera dalam mendukung pembangunan desa berbasis ilmu pengetahuan, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat.
(Redaksi)















