Mengecam Keras Dugaan Penghinaan Adat Togale, MUB dan Anak Adat Halut Minta Diusut Tuntas

banner 120x600

Tobelo, 23 Juni 2026 — Dewan Pimpinan Daerah MUB Kabupaten Halmahera Utara bersama elemen masyarakat adat dan Anak Adat Kapita Halmahera Utara mengecam keras beredarnya konten video di media sosial yang dinilai merendahkan dan melecehkan nilai-nilai adat serta budaya Togale, khususnya tradisi Hibualamo yang menjadi simbol persatuan dan identitas masyarakat Halmahera Utara.

Ketua DPD MUB Kabupaten Halmahera Utara sekaligus Ketua DPD Srikandi Pemuda Pancasila Kabupaten Halmahera Utara, Sri Evi Yanti Koloba, menegaskan bahwa konten yang beredar melalui akun TikTok @clipernew891 telah menimbulkan keresahan dan melukai perasaan masyarakat adat karena dianggap tidak menghormati warisan budaya yang dijaga secara turun-temurun oleh para leluhur.

Menurutnya, Hibualamo bukan sekadar tradisi budaya, melainkan simbol persatuan, kehormatan, dan jati diri masyarakat Halmahera Utara yang harus dihormati dan dijaga bersama. Karena itu, setiap bentuk penghinaan, pelecehan, atau tindakan yang merendahkan nilai-nilai adat dipandang sebagai pelanggaran terhadap kehormatan masyarakat adat secara keseluruhan.

“Kami mengecam keras segala bentuk tindakan yang merendahkan adat dan budaya Togale. Hibualamo adalah warisan luhur yang tidak boleh dijadikan bahan candaan ataupun konten yang berpotensi menyinggung martabat masyarakat adat,” tegas Sri Evi Yanti Koloba, Selasa (23/6/2026).

DPD MUB Kabupaten Halmahera Utara bersama Anak Adat Kapita Halmahera Utara juga meminta agar persoalan tersebut diusut secara tuntas melalui mekanisme hukum yang berlaku maupun melalui lembaga adat yang berwenang. Mereka menilai penanganan yang tegas penting dilakukan sebagai bentuk perlindungan terhadap nilai-nilai budaya dan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak terprovokasi, serta menyerahkan proses penyelesaian kepada pihak berwenang. Seluruh elemen masyarakat juga diajak untuk terus menjaga persatuan dan menghormati keberagaman budaya yang menjadi kekayaan bangsa.

“Adat dan budaya adalah identitas yang harus dihormati oleh siapa pun. Mari bersama menjaga marwah Hibualamo dan warisan leluhur Halmahera Utara agar tetap lestari dan dihormati oleh generasi sekarang maupun yang akan datang,” pungkasnya.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *