Tobelo – Sekretaris DPC Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten Halmahera Utara, Yosafat Kotalaha menyayangkan rendahnya tingkat kehadiran anggota DPRD dalam Rapat Paripurna Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Halmahera Utara.
Dari total 30 anggota DPRD Kabupaten Halmahera Utara, hanya 15 anggota yang menghadiri rapat paripurna yang merupakan agenda resmi peringatan hari jadi yang ke 23 Kabupaten Halmahera Utara. Kondisi ini mendapat sorotan karena separuh anggota legislatif tidak terlihat mengikuti salah satu agenda penting yang menjadi simbol perjalanan dan refleksi pembangunan daerah.
Sekretaris GAMKI menilai ketidakhadiran tersebut merupakan hal yang patut disesalkan. Menurutnya, peringatan HUT daerah bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk menunjukkan komitmen bersama dalam membangun Kabupaten Halmahera Utara.
“Kami sangat menyesalkan ketidakhadiran sejumlah anggota DPRD dalam rapat paripurna HUT Kabupaten Halmahera Utara. Ini adalah agenda resmi daerah yang seharusnya mendapatkan perhatian dan penghormatan dari seluruh unsur penyelenggara pemerintahan, termasuk lembaga legislatif,” ujarnya.
Ia mengatakan, masyarakat tentu berharap para wakil rakyat dapat hadir dan menunjukkan tanggung jawab moral terhadap agenda-agenda yang berkaitan langsung dengan daerah dan kepentingan publik.
Menurutnya, DPRD merupakan lembaga representatif yang diberikan mandat oleh rakyat. Karena itu, setiap anggota DPRD memiliki tanggung jawab untuk hadir dan terlibat dalam kegiatan-kegiatan penting yang menyangkut kehormatan daerah.
“Ketika kursi-kursi anggota DPRD banyak yang kosong dalam momentum peringatan hari jadi daerah, tentu hal ini menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat. Publik berhak mengetahui alasan ketidakhadiran para wakilnya,” katanya.
GAMKI juga mendorong DPRD Kabupaten Halmahera Utara untuk melakukan evaluasi terhadap tingkat disiplin dan kehadiran anggotanya dalam agenda-agenda resmi kelembagaan. Menurutnya, kehadiran bukan hanya soal memenuhi undangan, tetapi juga bentuk penghargaan terhadap sejarah, perjuangan, dan perjalanan pembangunan Kabupaten Halmahera Utara.
Meski demikian, GAMKI tetap mengajak seluruh elemen daerah untuk menjadikan momentum HUT Kabupaten Halmahera Utara sebagai sarana memperkuat persatuan dan kolaborasi dalam mendorong pembangunan yang lebih baik di masa mendatang.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pimpinan DPRD maupun anggota yang tidak hadir terkait alasan absennya 15 anggota DPRD dalam rapat paripurna tersebut. (Red)















