TOBELO, HR – Setelah menjalankan operasi pencarian selama hampir dua hari penuh, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD Halmahera Utara, anggota Kodim 1508/Tobelo, serta masyarakat Desa Mamuya akhirnya berhasil menemukan satu orang korban yang tertimpa lontaran batuan panas saat Gunung Dukono meletus hebat pada Jumat (8/5/2026).
Korban diketahui bernama Angel dan ditemukan saat proses pencarian di kawasan Gunung Dukono berlangsung. Jenazah korban ditemukan oleh anggota Kodim 1508/Tobelo bersama masyarakat dan BPBD Halmahera Utara di sekitar bibir kawah gunung yang sebelumnya telah dinyatakan tertutup dan berstatus waspada.
Penemuan tersebut disampaikan secara resmi oleh Kepala Basarnas Ternate, Iwan Ramdani, di Pos Pemantauan Gunung Dukono, Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara, Sabtu (9/5/2026) siang.
Iwan Ramdani menjelaskan, keberadaan korban baru dapat dipastikan sekitar pukul 14.20 WIT setelah kabut tebal dan debu vulkanik yang menyelimuti lereng gunung mulai menipis sejak pagi hari.
“Sesuai laporan tim evakuasi yang berada di puncak Gunung Dukono, terpantau satu korban tertimbun abu dan batuan. Saat ini korban sementara dievakuasi,” ujarnya.
Menurut Iwan, proses evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati karena hingga Sabtu pagi Gunung Dukono masih beberapa kali mengeluarkan semburan abu vulkanik dan lontaran batu.
“Kami menemukan korban dalam kondisi sebagian tubuh tertimbun abu dan puing batuan,” ungkapnya. (Red)















