Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Utara melaksanakan kegiatan Halal Bihalal bersama masyarakat Kecamatan Loloda Kepulauan yang berlangsung di Desa Dama pada Selasa (21/4/2026) pukul 09.30 WIT. Kegiatan ini mengusung tema “Halal Bihalal Memperkuat Persaudaraan Membangun Halmahera Utara Menuju Bersetara dan Berkelanjutan.”
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Halmahera Utara Dr. Piet hein Babua, M.Si bersama Wakil Bupati Dr. Kasman Hi. Ahmad, S.Ag., M.Pd, serta unsur Forkopimda dan sejumlah pejabat daerah lainnya. Turut hadir perwakilan TNI, pimpinan OPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, kepala desa, serta sekitar 200 warga Kecamatan Loloda Kepulauan.
Rangkaian kegiatan diawali sejak pukul 08.30 WIT dengan kedatangan rombongan Forkopimda di Pelabuhan Desa Dama, kemudian dilanjutkan dengan penyambutan secara adat oleh masyarakat setempat. Acara resmi dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an.
Dalam sambutannya, Camat Loloda Kepulauan, Yakmil Abdul Karim, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati dan Wakil Bupati beserta jajaran pemerintah daerah. Ia berharap kehadiran tersebut membawa dampak positif bagi pembangunan wilayah Loloda Kepulauan ke depan.
Bupati Halmahera Utara dalam arahannya menegaskan bahwa Loloda Kepulauan memiliki potensi besar, khususnya di sektor perikanan dan sumber daya alam. Pemerintah daerah, menurutnya, akan mendorong pembangunan industri perikanan terpadu guna membuka lapangan kerja bagi masyarakat nelayan. Selain itu, potensi tambang mangan juga akan mulai dikembangkan melalui skema pertambangan rakyat dengan pengelolaan yang telah dipetakan.
Bupati juga menyoroti rencana pembangunan infrastruktur, termasuk target penyelesaian jalan aspal di Desa Dama pada tahun 2027. Ia turut menyampaikan perkembangan positif harga kopra yang meningkat signifikan hingga mencapai Rp14.000 per kilogram pada tahun 2026.
Di sisi lain, Bupati mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan persatuan masyarakat dengan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah.
Sementara itu, Wakil Bupati dalam tausiyahnya menekankan bahwa tradisi halal bihalal merupakan budaya khas Indonesia yang memiliki makna mendalam dalam mempererat silaturahmi dan memperkuat nilai saling memaafkan. Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus menghadirkan pembangunan yang merata, termasuk di wilayah Loloda Kepulauan yang tergolong daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal).
Acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama, penampilan tarian tradisional Samra, serta musik khas daerah Tide-Tide yang dibawakan oleh putra-putri setempat. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah antara pemerintah daerah dan masyarakat.
Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 13.00 WIT dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.
(Tim/red)















