Berita  

DANDIM 1508/TOBELO DORONG PERCEPATAN PENANGANAN KARHUTLA, PERKUAT SINERGI DAN INOVASI PERALATAN

banner 120x600

MalutHomadebini.id — Kodim 1508/Tobelo mendorong penguatan langkah terpadu dalam penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Halmahera Utara. Hal tersebut disampaikan Dandim 1508/Tobelo Letkol Kav. Ramdhani Akbar, S.I.P., dalam rapat penanganan Karhutla yang dipimpin Bupati Halmahera Utara Dr. Piet Hein Babua, M.Si., Senin (21/9/2026), di Ruang Meeting Fredy Tjandua Lantai II Kantor Bupati Halut.

Dalam rapat tersebut, Dandim menyampaikan bahwa berdasarkan pemantauan langsung di sejumlah wilayah, termasuk Tobelo Barat dan Kao Teluk, penanganan kebakaran masih menghadapi kendala serius, terutama keterbatasan sarana dan peralatan pemadam. Personel di lapangan terus berupaya memaksimalkan sarana yang tersedia, termasuk pemanfaatan kendaraan pengangkut air untuk mendukung proses pemadaman di lokasi terdampak.

Menghadapi luasnya wilayah penanganan yang mencakup sejumlah kecamatan, Kodim mendorong adanya inovasi peralatan pemadam yang lebih adaptif terhadap kondisi medan. Salah satu gagasan yang disampaikan adalah memanfaatkan kendaraan operasional seperti sepeda motor trail yang dimodifikasi dengan mesin pompa dan tangki air portabel. Peralatan tersebut diharapkan dapat membantu petugas menjangkau titik api yang berada di medan sulit, terjal dan tidak dapat dilalui kendaraan pemadam berukuran besar.

Dandim menegaskan bahwa penanganan Karhutla tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan keterlibatan seluruh unsur, termasuk pemerintah daerah, TNI-Polri, perusahaan dan masyarakat. Dalam kondisi darurat, dukungan tim tanggap cepat dari perusahaan juga diharapkan dapat disiagakan dan berkoordinasi secara terpadu bersama Polres, Polsek, Koramil serta unsur terkait di lapangan.

Kodim 1508/Tobelo pada prinsipnya siap mendukung upaya pemerintah daerah dalam penanganan Karhutla melalui pengerahan personel, koordinasi kewilayahan dan respons terhadap kondisi di lapangan. Penguatan sinergi hingga tingkat kecamatan dan desa dinilai penting agar setiap laporan titik api dapat segera ditindaklanjuti, sekaligus memperkuat pencegahan sehingga kebakaran tidak semakin meluas dan menimbulkan dampak terhadap masyarakat maupun lingkungan. (Chen).

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *