MALUTHOMADEBINI.ID — Anggota DPRD Kabupaten Halmahera Utara, Ns. Mariane Priska Tadjibu, menghadiri peresmian dan pentahbisan gedung gereja baru Jemaat GMIH Kristus Itu Raja Pitu, RT 08/RW 04, Desa Pitu, Kecamatan Tobelo Tengah, Kamis (17/9/2026). Gedung gereja tersebut secara resmi diresmikan dan ditahbiskan oleh Bupati Halmahera Utara Dr. Piet Hein Babua, M.Si., dalam suasana penuh sukacita dan ucapan syukur.
Kegiatan turut dihadiri Asisten III Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Halut Ir. Valentino E. Leiwakabessy, MMA, Kepala DPMPTSP Halut Alfinansius Tenga, S.H., M.H., Camat Tobelo Tengah Yulis Djumoko, S.E., Ketua BPHS-GMIH Pembaharuan Halmahera Utara Pdt. Anselmus Puasa, M.Th., serta Kasat Samapta Polres Halmahera Utara IPTU Rujiono Tjuluku, S.E. yang mewakili Kapolres Halmahera Utara. Hadir pula para kepala desa, unsur GMIH, BPHJ, panitia pembangunan, tokoh agama, tokoh masyarakat dan jemaat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan ibadah di gedung gereja lama, kemudian dilanjutkan prosesi menuju gedung gereja baru. Ibadah diisi dengan doa dan pembacaan Alkitab berdasarkan 1 Raja-Raja 9:1–5, serta Pemberitaan Firman Tuhan oleh Pdt. Leundame S. Boediman, M.Th. Prosesi peresmian dan pentahbisan kemudian ditandai dengan pengguntingan pita, penandatanganan prasasti dan pelepasan burung merpati oleh Bupati bersama pihak gereja.
Dalam laporan pembangunan, panitia menyampaikan bahwa Jemaat GMIH Kristus Itu Raja Pitu terbentuk pada 17 April 2014 dengan jumlah awal 30 kepala keluarga. Peletakan batu pertama gedung gereja dilakukan pada 17 November 2015. Setelah melalui perjalanan panjang sekitar 10 tahun dengan berbagai tantangan, kerja keras, pengorbanan, doa dan kebersamaan jemaat, pembangunan akhirnya dapat diselesaikan. Total penerimaan pembangunan yang dilaporkan mencapai Rp2.129.157.000, sementara dukungan dari GBI Pembaharuan turut mendapat apresiasi dari panitia.
Dalam sambutannya, Bupati Dr. Piet Hein Babua, M.Si., menegaskan bahwa peresmian gedung gereja bukan merupakan akhir dari perjalanan jemaat. Menurutnya, pembangunan fisik harus diikuti dengan pembangunan gereja yang hidup, yang mampu menumbuhkan iman, memperkuat persekutuan, meningkatkan pelayanan dan menjadi kesaksian di tengah masyarakat. Bupati juga menekankan pentingnya keluarga sebagai gereja kecil, dengan orang tua berperan aktif mendampingi anak-anak, membangun komunikasi serta menanamkan nilai iman dan karakter.
Sementara itu, kehadiran Ns. Mariane Priska Tadjibu menjadi bagian dari kebersamaan dalam momentum bersejarah bagi Jemaat GMIH Kristus Itu Raja Pitu. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ibadah di gedung gereja baru, laporan panitia, pembacaan Surat Keputusan, sambutan para pihak serta ramah tamah dan jamuan bersama. (Chen).















