Berita  

Gereja Katolik St. Petrus Lelilef Gelar Rekoleksi BKSN 2026, “Yesus adalah Guru yang Penuh Kuasa”

banner 120x600

LELILEF, HALTENG,  — Dalam rangka memperingati Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2026, Gereja Katolik St. Petrus Lelilef Sawai menggelar kegiatan Rekoleksi dan Fellowship dengan mengusung tema “Yesus adalah Guru yang Penuh Kuasa.” Tema tersebut merupakan tema nasional BKSN 2026 yang menjadi ajakan bagi umat untuk semakin mendalami dan menghidupi Sabda Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Jumat 11 september  2026.

Kegiatan diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipersembahkan oleh R.P. Cristoforus Cruce, MSC. Dalam homilinya, Pastor Cruce mengajak umat untuk tidak terburu-buru menyalahkan orang lain, melainkan terlebih dahulu melihat dan mengevaluasi diri sendiri. Pesan tersebut menekankan pentingnya introspeksi sebagai bagian dari proses pertumbuhan iman. “Sebelum mulai menyalahkan orang lain, hendaklah kamu melihat diri kamu sendiri, karena lebih besar balok di matamu daripada selumbar di seberang,” ujar Pastor Cruce, MSC.

Kegiatan Rekoleksi dan Fellowship tersebut diikuti oleh berbagai elemen gereja, baik pengurus gereja dan pengurus stasi, Orang Muda Katolik (OMK), Sekami, maupun perwakilan Pemuda Katolik. Kehadiran berbagai kelompok tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kebersamaan sekaligus menumbuhkan kecintaan umat terhadap Kitab Suci.

Perwakilan OMK Lelilef, Arkhiles Maweikere, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang bersama untuk belajar membangun sikap umat terhadap Alkitab dan mendorong kebiasaan membaca Kitab Suci secara rutin. “Hari ini kita mau berkumpul bersama untuk belajar bagaimana sikap kita terhadap Alkitab setiap hari, karena memang kita punya tugas untuk membaca Alkitab setiap hari,” ungkap Arkhiles.

Sementara itu, Rocky Ratuanak, selaku Sekretaris Stasi Lelilef, berharap kegiatan tersebut dapat menjadi landasan bagi peserta untuk terus bertumbuh dalam iman dan menghasilkan buah melalui tindakan nyata. “Kami berharap agar peserta yang ikut bisa bertumbuh imannya dan berbuah tindakan nyata,” ujarnya. Ia juga berharap kegiatan pembinaan seperti ini dapat lebih sering dilaksanakan dengan menghadirkan pembicara-pembicara yang kompeten, sehingga semakin banyak benih iman yang ditaburkan, bertumbuh, dan menghasilkan buah dalam kehidupan umat. (Red).

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *